Bagi saya melayani dan berjuang untuk kepentingan masyarakat kecil adalah panggilan hidup yang harus dilakukan secara persistence. Perjuangan tidak mengenal kata lelah. Ketika terpilih saya menjadi Puteri Indonesia 2001, ada satu komitment yang saya pegang teguh “ My Dedication for This Country ”. Persembahan untuk Negeriku. Cita-cita itu kini tercapai sudah, saya tidak mau karena saya seorang selebretis kehadiran saya di parlemen hanya sebagai pajangan saja. Saya ingin menghilangkan image tersebut.
Saya sudah menyadari resiko dan konsekuensi menjadi politisi untuk itu saya telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar bisa menjadi anggota dewan yang berkualitas. Walaupun pada masa-masa awal saya sempat shock dan terkaget-kaget dengan cara berpikir dan perilaku para politisi senior. Sepertinya idiom “tidak ada kawan maupun lawan sejati” dalam dunia politik memang benar-benar ada. Hari ini bersitegang besoknya sudah ha…ha hi..hi lagi. Intrik saling sikut, bahkan fitnah yang tanpa dasar sudah merupakan menu sehari-hari.
Bahkan tidak jarang, pesan-pesan singkat yang tidak pantas dan kurang nyaman di telinga, mampir melalui sms ke handphone saya. Memang bukan hanya dunia politik saja yang penuh intrik. Hanya porsinya mungkin lebih banyak di politik, dibandingkan bidang lain. Saya pada awalnya memang cukup sulit menyesuaikan diri, namun mau tak mau, suka tak suka, saya harus siap. Dan yang menjadi permasalahan, di area ini intriknya tak sebatas masalah personal tapi lebih luas lagi, yaitu perseteruan antar anggota komisi, fraksi, dan partai yang tentunya dalam konteks positif untuk menghasilkan yang terbaik untuk rakyat.
Dunia politik praktis memang dunia baru bagi saya. Meskipun sebenarnya saya lahir di lingkungan keluarga yang tak jauh dari dunia ini. Secara teori saya banyak belajar dari paman saya yang dua kali menjabat anggota DPR dan adalah mantan Gubernur SULUT. Dalam prakteknya, teori cenderung tidak diterapkan secara baku. Dengan kata lain, bisa berjalan fleksibel. Saya bisa belajar sambil bekerja, lewat berbagai diskusi dengan banyak pihak. Saya harus lebih banyak belajar dari para politisi terdahulu. Tentunya belajar pada mereka yang berpolitik dengan cara-cara yang lebih santun dan terpuji. Teman-teman LSM dan Focus Discussion Group juga banyak membuka cara pandang saya untuk memahami dan mendalami isu-isu krusial yang dihadapi bangsa ini.
Saya juga bersyukur setelah melalui seleksi yang cukup ketat, atas sponsor National Democratic Institute (NDI), pada tanggal 5-15 September 2004 saya bersama beberapa anggota DPR lainnya pergi ke Amerika dalam rangka studi banding. Kunjungan selama kurang lebih 10 hari, telah banyak memberikan wawasan dan pengalaman yang sangat berarti buat saya. Terlepas dari sistem politik yang relatif berbeda dengan Negara kita, maka studi banding ini memang telah memberikan banyak wawasan dan pengalaman sebagai anggota legislatif yang baru. Dengan tidak bermaksud untuk mengadopsi segala hal yang berbau Amerika,
saya harus mengakui bahwa beberapa hal memang perlu dipelajari dan kalau memungkinkan diterapkan di Indonesia. Sebagai contoh kecil, saya melihat bagaimana anggota parlemen bekerja di sana. .Saya lihat salah satu kekuatan anggota parlemen di sana, mereka memiliki staf (ahli) dalam berbagai bidang, seperti bidang budgeting dan drafting. Dengan bantuan staf ahli ini maka seorang anggota di sana hanya sebagai konseptor, sementara tugas yang bersifat teknis dijalankan oleh staf-stafnya, sehingga ia muncul ke sidang dengan data dan informasi yang sudah lengkap dan mampu membuat pertanyaan yang berkualitas. Belajar dari negeri orang untuk kemajuan bangsa saya kira sangatlah baik. Untuk itu saya berusaha dapat membuat suatu resume yang akan dibagikan kepada masyarakat mengenai apa yang menjadi pertimbangan seorang anggota DPR dalam suatu kebijakan RUU atau suatu perdebatan, dan
mengkomunikasikannya kepada rakyat mengenai keuntungan dan kerugiannya, sehingga tidak ada ekspetasi yang berlebihan.
Saya berharap mudah-mudahan DPR bisa menjadi lembaga yang bersih dan transparan, sehingga bisa memberikan hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya buat masyarakat. Kalau ada isu suap, serahkan pada proses hukum yang ada, dan harus ada ketegasan dari pelaku hukum untuk memberikan hukuman yang sesuai. Untuk itu harus ada sanksi yang tegas terhadap oknum tersebut. Sekarang saya melihatnya bagaimana bisa membentuk DPR yang kuat, transparan dan bisa membuat produk undang-undang yang berpihak kepada masyarakat. Eksekutif, yudikatif bisa bekerja bertahun-tahun, sedangkan DPR hanya tergantung dari kerja kerasnya selama lima tahun. Kalau tidak maksimal bisa tidak terpilih lima tahun mendatang. Dan sekarang masyarakat sekarang bias mengukur perjuangan DPR.
Perlahan namun pasti, mentalitas saya mulai teruji. Mulai dari urusan rapat-rapat yang hingga larut malam sampai urusan menerima masukan dan pengaduan dari masyarakan konstituen, saya jalani dengan senang hati. Ini sebuah resiko profesi, kata bahtinku menguatkan diri. Filosofi hidup saya sederhana saja, ‘MAN PERPOSES BUT GOD DISPOSES, Manusia Merencanakan Tuhan Menetapkan. Saya hanya hambaNYa yang lemah dan tiada arti. Dan Keberadaan saya di sini sudah merupakan takdir Tuhan yang harus saya jalani. Semua telah direncanakan dan ditetapkan olehNya. Oleh sebab itu saya berusaha menjalaninya dengan “easy going” saja. Saya selalu merasa senang dan menyenangkan diri dalam menjalankan aktifitas sehari-hari ini adalah pelayanan saya. Apapun bentuknya semua itu saya jalani dengan kesungguhan hati dan dengan rasa penuh tanggung jawab layaknya seorang professional yang bekerja berdasarkan tolok ukur yang jelas dan progresif. Sebagai anggota komisi X yang membidangi Pendidikan, budaya dan pariwisata, saya bangga pemerintah memberikan perhatian khusus pada pendidikan. Pemerintah sangat menyadari bahwa pendidikan itu adalah asset yang sangat besar dimasa mendatang dan sebagai investasi jangka panjang. Keinginan pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar 9 tahun yang juga memiliki target untuk mengentaskan kebutaaksaraan, dapat dilihat dengan diberikannya biaya operasional kepada 28,9 juta peserta didik tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah/pesantren Salafiah dan sekolah agama lainnya, dan sejumlah 10,8 juta anak didik SMP/Madrasah Tsanawiyah/Pesantren Salafiah. Dan untuk tingkat SMA/SMK/Madrasah Aliya dan sekolah agama lainnya diberikan beasiswa kepada 698,5 ribu siswa. Pemerintah juga berupaya mengurangi tingkat pengangguran dari angka 9,9 % menjadi 5,1 %.
Sedang tingkat kemiskinan dari 16,5% menjadi 8,2 persen. Saya menyadari dalam kondisi Negara yang sulit seperti ini dan juga dengan dinamika global, memang agak sulit bagi pemerintah untuk mencapainya, namun kita semua harus optimis. Dan jika pemerintah telah menggulirkan angka tersebut tentunya dengan asumsi-asumsi bahwa pemerintah mungkin akan dapat mencapainya. Dan saya berharap sistem pemerintahan ke depan mengutamakan check and balance, sehingga ada control yang bagus antara lembaga yudikatif, eksekutif dan parlemen. Disamping itu masyarakat tidak boleh diam saja, harus turut menyumbangkan ide berupa pemikiran. Sudah saatnya masyarakat pro aktif. Pemerintah sebagai fasilitator dapat bersinerji secara positif dengan anggota DPR sebagai legislasi. Setahun sudah saya berada di gedung bundar Senayan ini, namun saya merasa masih harus banyak belajar agar tidak mengalami political shock untuk setiap kejadian di gedung DPR. Saya harus terus belajar betapa dunia politik memang tidak bisa ditarik garis linier dengan bidang lainnya. Ada banyak perbedaan di dunia ini dibanding dengan lainnya. Trik dan intrik sangat variatif. Betapa tidak mudah memperjuangkan sebuah idealisme yang dipegangnya ketika harus bersinggungan dengan alam politik. Di sini idealisme kita harus bergulat dengan banyak kepentingan lain untuk setidaknya bisa sedikit memperjuangkan konsensus yang kita pegang. Jadi nggak gampang ‘ngomong idealisme. Tingginya friksi yang kerap muncul di gedung DPR dalam berbagai aspek kajian, saya akui sangat menguras pikiran dan tenaga. Dulu aku tidak pernah membayangkan kalau harus rapat sampai jam satu dini hari, dan tidak pernah saya bayangkan pada kenyataannya begitu sulitnya proses pembuatan UU. Hal tersebut tidak hanya perlu menguras tenaga, waktu dan pemikiran . Kini sudah biasa. Untuk menghadapi semua ini, semua aku biarkan mengalir begitu saja karena mungkin siklus hidupku memang harus begini saat ini. Hidup ini mengalir, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok.
Angie jangan ragu dalam melangkah..ikuti suara hatimu.
Posted by: adli | January 22, 2009 at 06:35 PM
mbak angie, aku ocha. sedang menyelesaikan tugas akhirku di STIKOM The London School of Public Relations, Jkt. Boleh gak, aku minta info dan tanya-tanya tentang Putri Indonesia sama mbak angie. Karena salah satu narasumberku mbak angie..
fyi, judul skripsiku..
Peran Public Speaking dalam Ajang Pemilihan Putri Indonesia (Studi Deskriptif terhadap Panitia Penyelenggara Pemilihan Putri Indonesia)
wish u could reply my message.., GBU..
Posted by: mariechell | April 28, 2008 at 02:49 AM
I like to imagine myself as a model, like a fashion type.
It never happened for me, so now I'm going the
glamour route. http://www.geocities.com/swingers_ads_2005/ I came back
for the one in my green heels two days later.
The weather was warm so being bottomless was actually a lot of fun.
Posted by: swingers | August 25, 2007 at 04:42 PM
di sini negeri kami,
tapi kami masih lapar dan belum merdeka 100%
terus berjuang bagi kaum proletar
salam pembebasan
merdeka 100%
Posted by: indra p siagian | August 10, 2007 at 12:13 AM
Salam TAN LALANA (pantang putus asa)
Perkenalkan kami dari Merbabu Mountaineer Club (MERMOUNC, dibaca: Mermong) berdiri sejak 1965 s/d sekarang. Berpusat di Yogyakarta dan bergerak di kancah kegiatan alam bebas. Kami salut akan komitmen mbak Angelina di bidang lingkungan hidup, semoga berlanjut terus dan Tan Lalana...
Kalo pas ke Jogja, silahkan mampir ke Merapi, kebetulan mbah Maridjan (juru kunci Merapi) adalah anggota kehormatan kami sejak 1990. Silahkan klik di mermounc.multiply.com utk kenal lebih jauh dengan kami.
ALAM MEMBINA KEPRIBADIAN
Djarot P.
Posted by: djarot pribadi | April 18, 2007 at 04:09 PM
Krisis alam telah menjadi problem umat manusia. Akan lebih parah jika kita tidak mampu menjawab persoalan ini secara mendasar.
Ikuti Laporan Krisis Lingkungan Temanggung di:
http://www.stanplat.com
Posted by: TEMANGGUNG | February 20, 2007 at 03:14 AM
gue mau saranin untuk angel agar kejar dan berantas habis itu tukang2 korupsi yang ada diIndonesia...
dan kita sebagai warga manado juga menyampaikan agar jangan lupa ne kase promosikan itu torang pe SULUT tercinta....
hidup dan jalan terus Angelina Sondakh...
caaayyyoooo.........
Posted by: michael peleh | November 20, 2006 at 07:19 PM
Hi Angie,
Saya barusan nemuin blognya via kompas.Baru sekarang saya tahu kalo ada "jiwa muda" di DPR, I've been gone for long...
Anyway..
Good Luck.
Posted by: Angela | October 14, 2006 at 01:34 PM
Mba aku seneng deh kalau di DPR ada cewe yang sungguh2 maju jadi bukan hanya laki2 tapi cewe juga gak kalah ah.. maju terus mbak aku seneng lihat cewe2 di Indonesia sekarang semakin maju terus.
Posted by: Jean Sinai | June 19, 2006 at 11:59 AM
selamat berjuang, semoga sukses....dari fansmu di solo
Posted by: andrew | May 12, 2006 at 02:20 PM
...mengulang komen cree-whole...(intinya, setuju..)
Hai kalian ribut amat sih soal cinta? Lihat di sekeliling kita, msh byk kawin beda agama juga tp awet kan? Kalau memang jodoh ya terus ampe mati,kalau ndak ya bubar (mudah-mudahan statistiknya makin turun).Begitu juga dengan pasangan yang seiman.
Dosa gak dosa yang nanggung kan bukan kalian? Setiap orang berhak mengejar mimpinya. Toh resiko tanggung sendiri. Memangnya kurang kerjaan? Hanya bisa mencela terus tp gak bisa instropeksi diri. Udahlah, pikirin masalah yang lebih besarlah, gmn nuruni harga2 dll. Soal pribadi gak usah diurusin.
Buat Angie, kamu tentu py perasaan yg relatif sama spt wanita lainnya. Py karir yg bagus&cita2 yg tinggi tp jg ingin py pasangan hidup yg sesuai menurut kt hatimu.(Bukan cocok hy krn seiman?? hare gini,nyari kecocokan hati bkn hy dr pasangan seiman kan?) Kebetulan saja dirimu seleb. Jadi gak usah sedih baca comment mereka ya..
Teguhlah dalam doa. Semua akan indah pada waktunya. Yakinlah berkat Tuhan akan selalu menyertaimu&kita semua!
rgds,
maria -yg mcb memahami demokrasi di dlm kehidupan dr sgl sisi-
Posted by: maria | May 10, 2006 at 02:03 PM
Dear Angie...
Proficiat for all that you've done all this time...
You make me proud to be indonesian woman that not only for the beauty that can be considered famous in our country but brain as well.
Been searching and seeing all you do for a long time...and pardon me if I have to saya that Adjie didn't deserve you..but the secret of your heart is your own bussiness..sooo...I can only give and send my best regards from solo...
Good work....
Posted by: Joyce | April 21, 2006 at 11:26 AM
Jang talalu hanyut dengan duniawi,,inga akang tu kel Dr.Polen Reo. So pe talalu ley kong mo eksekusi depe kel.
Ingat...!! tidak selamanya manusia itu berada diatas, suatu saat pasti akan tabobale,,,
Tunjukan bahwa ngana itu pembela dan utusan rakyat di DPR , jangan cuma beking blog isi cinta2 melulu...BOSAN!!!
ciaoooo
Posted by: utu patualang | April 12, 2006 at 02:34 PM
MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
WOW KEREN...!!!
Posted by: cree-whole | April 08, 2006 at 07:01 AM
Hai kalian ribut amat sih soal cinta? Lihat di sekeliling kita, ada yang perkawinan beda agama juga kan? Kalau emang jodoh ya terus ampe mati, kalau ndak ya bubar (mudah-mudahan statistiknya makin turun). Gitu juga dengan pasangan yang seiman.
Dosa gak dosa yang nanggung kan bukan kalian? Setiap orang berhak mengejar mimpinya. Toh resiko tanggung sendiri. Dasar kurang kerjaan, tahunya mencela terus. Udah-udaaah.. Pikirin masalah yang lebih besarlah. Soal pribadi gak usah diurusin.
Buat dik Angie, kamu sama seperti wanita lainnya. Kebetulan aja seleb. Jadi gak usah sedih baca comment mereka ya..
Teguh dalam doa. Semua akan indah pada waktunya. Yakinlah!
Posted by: kinanti | March 11, 2006 at 05:09 PM
hi angel....
jangan ikut2an gak bener di dewan ya!!
hehe..
Posted by: bhaghonk | March 09, 2006 at 07:26 AM
angie, jang lupa deng tu kampung halaman yang somo tenggelam deng banjir deng tanah longsor...
jang cuma baku2 polo deng na pe yayang di sana...
katanya yayang kamu bisa baik skali di kalimantan sampe kamu bisa terpesona karena itu sama dia?
coba dong ajak dia ke manado dan tujukin hal yang serupa kepada warga2 kawanua yang tertimpa musibah banjir dan longsor....
atau karna dinasti sondakh so nda berkuasa di sulut?
mudah2an jo nda sepicik itu....
Posted by: arang tampurung | February 23, 2006 at 10:57 AM
cantik sih boleh.tapi ingat jangan sombong
Posted by: christian | February 21, 2006 at 03:42 PM
yth, : angelina sondakh
well,banyak yg perlu disampaikan mengenai pemikiran angelina yang sangat brilian mengenai catatan2 kecil untuk perkembangan indonesia. (saya kurang begitu peduli ttg kehidupan pribadi anda, anyway non of my concern). keep on writing angelina. n saran saya mudah2an catatan2 itu dapat berkembang menjadi realita yang dapat berguna untuk orang banyak
tito
Posted by: Tito Avianto | February 21, 2006 at 11:31 AM
comments nya jd byk ajang buat berkotbah ya? pd kehabisan tempat ya?
Posted by: zeavola | February 19, 2006 at 09:06 PM
bak angel yang baik maukah bak angel kenalan sama saya
Posted by: herman | February 19, 2006 at 06:23 PM
Dear Angie,
Apa yang akan anda lakukan, tanyakan pada Hati kecil anda...
Bersikaplah low profile....
Thx,
Thooneey
Posted by: thooneey | February 18, 2006 at 08:06 AM
Salam kenal. Selamat untuk situs baru anda. Anda boleh juga mencoba situs saya. Artikel2 saya ada di http://lulukwidyawanpr.blogspot.com
Saya cuma mau mengatakan, saya salut sama anda yang mencoba grounded dengan menerbitkan blog semacam ini.
Bless u
Posted by: antonius luluk widyawan | February 18, 2006 at 02:56 AM
Kak angie,,,
Aku peng9emarnya kAkak,,,
tErus maJu yH,, baiK dAlam kaRir, priBadi, dAn keLuarga kAkaK..
GBU kaK...
Posted by: patricia | February 17, 2006 at 03:05 PM
dear angie,
pulang jo manado kong buka warong tinutuan,itu lebih terhormat dari pada ngana kaweng dgn ajie.
in manado, many boys who are more than ajie,keep thinking
Posted by: | February 16, 2006 at 08:44 PM