Main | February 2006 »

January 25, 2006

ADJI MASSAID (The man I once ignored)

Aku mengenal nama Adji Massaid sudah cukup lama. Namanya memang sudah tidak asing lagi dalam dunia perfilman dan persinetronan. Namun itu hanya sebatas mengenal dan  sekedar tahu saja. Pada saat itu kami sama-sama masih menjadi calon legeslatif dari Partai Demokrat. Pertemuan partai, rapat – rapat Partai dan kegiatan – kegiatan di Partai membuat kami pun sering bertemu. Apalagi pada kesempatan mensukseskan calon Presiden Partai Demokrat : Susilo Bambang Yudhoyono.

Bersama_bapak_adjiJujur, saat itu aku tidak tahu banyak tentang kehidupan pribadi  Adji dan lebih daripada itu rasanya kami berdua pun tidak tertarik untuk ingin mengenal satu sama lain lebih jauh. Pembicaraan kami hanya sebatas pekerjaan, tidak pernah melewati batas privasi masing – masing. Rasanya kami berdua cukup memahami posisi masing – masing, sehingga kalaupun harus berbicara pasti topiknya tidak lari dari partai dan pemenangan pemilu.

Sebenarnya  latar belakang public figure-lah  yang membawa kami bergabung di Partai Demokrat (kami diajak oleh Sys NS untuk bergabung di PD, thank you mas Sys).  Kami juga tergolong generasi muda.  Dan sebenarnya, inilah yang bisa menjadi alasan rasional untuk membangun komunikasi diantara kami. Tapi entahlah …. saat itu saya sibuk dengan aktifitas sehari-hari dan dia juga sepertinya begitu. Yang pasti, pertama kali mengenal  Adji kami berdua sedang tidak sendiri. Saya pada waktu itu sedang merajut asmara dengan seseorang begitupun  Adji yang masih terikat perkawinan. Kami pun menghargai pasangan kami masing2. 

Saat_pilkada_di_pasir_juni_2005Hari – hari di DPR saya lalui dengan penuh semangat ingin belajar dan belajar. Saya mulai menikmati ritme kerja yang benar-benar baru bagi saya. Dalam jadwal saya yang padat di gedung parlemen, sering saya bertemu dengan Adji namun itu sebatas, “say hello”  saja. Pernah kami tidak sengaja bertemu di ruangan kerja salah satu teman fraksi, saat itu Adji sempat mengajak saya berdiskusi soal apa pendapat masyarakat tentang permasalahannya. Tapi saya enggan berkomentar terlalu banyak. Setelah saya beranjak dari ruangan tersebut ternyata Adji menitipkan pesan untuk disampaikan kepada saya bahwa dia tertarik dengan saya. Itupun saya tidak menanggapi secara serius tapi saya tanggapi secara ringan dengan memberikan support kepada Adji untuk tetap bertahan walau seberat apapun permasalahannya.

Walaupun demikian saat itu tidak ada perasaan yang ‘lain’ yang saya rasakan dan memang kamipun akhirnya berada dalam komisi yang berbeda. Ini jugalah yang membuat kami jarang sekali bertemu dan jarang berkomunikasi. Kami hanya bertemu pada rapat fraksi setiap jumat dan itupun minim sekali interaksinya. Dia selalu duduk di sayap barat dan saya di sayap timur. Nothing special. Dia kuanggap sebagai teman biasa saja. Nothing more. Bukan Adji namanya kalau tidak terus mencoba dan mencoba. Sering aku dikirimi salam melalui orang – orang yang tinggal bersama saya.

“Ibu, ada salam dari Pak Adji’ tutur pembantu saya.

Namun aku selalu mengabaikannya. Bahkan terkadang walaupun ada ‘godaan-godaan’ kecil, itu selalu kuanggap ‘dasar laki-laki’. Pernah juga Adji memanggil nama saya lewat speaker sidang …. Angie! Dengan tatapannya yang ‘romantis semu’ namun saya pada waktu itu masih bisa menyakinkan  diri saya bahwa itulah Adji. He is treating every woman like that because he is nice to everybody. Saya hanya tidak ingin menanggapi mas Adji serius, walaupun terkadang ketika bertemu dia selalu memberikan pujian….sekali lagi itu kuanggap sebagai basa – basi saja and Yes he is doing it to everybody. Pernah juga Adji menyampaikan kekagumannya pada saya lewat teman se-partai, pada waktu itu saya hanya menanggapi dengan kata-kata : ‘kayak nggak tahu Adji aja’. Tapi saya tetap menganggap Adji sebagai sahabat dan itu tidak mengurangi rasa persahabatan saya dengan dia dalam konteks kepentingan partai tentunnya.

Setelah beberapa waktu lamanya, sayapun akhirnya sendiri dan  Adjipun  sepertinya mulai menikmati kesendiriannya. Walaupun saya selalu mendengar bahwa Adji tidak pernah benar – benar sendiri, karena Adji adalah tipe orang yang easy going dan ingin bersahabat dengan siapa saja.  Pernah suatu  waktu dalam pertemuan partai seorang teman mengatakan: ‘Angie, Adji kirim salam ….. kayaknya dia naksir sama kamu’. Terus saya jawab dengan bergurau: “Keep trying hard, I need to see more effort” Karena berbagai kesibukan, kamipun semakin jarang berkomunkasi. Namun tetap saja Adji selalu kirim salam melalui staff saya. Dan itupun saya tidak membalas salamnya, karena saya menganggap itu adalah gombal nya laki-laki. Yaah…itulah yang ada dibenak saya pada waktu itu : Adji termasuk laki-laki yang baik ke semua orang. Jadi biarlah aku menganggap semua itu sebagai angin lalu saja. Dan dalam hatiku …… Gombal. Dscn1022Saya selalu menghindar dari Adji dalam setiap kesempatan. Bahkan pada setiap kunjungan partai ke daerah, saya selalu menanyakan asisten saya, apakah Adji ikut dalam rombongan. Dan saya pesankan, kalau ada, tolong diusahakan agar seat saya terpisah dengan Adji. Sebagaimana foto yang saya tampilkan dalam webblogs ini. Mungkin dapat bercerita banyak tentang penolakan saya terhadap Adji. Tapi semua itu akhirnya luluh lantah…………

Pernah dalam suatu kampanye Pilkada di Kabupaten Pasir Kalimantan Timur saya melihat bagaimana Adji memeluk dan mencium seorang nenek tua dengan penuh kasih. Sorotan mata Adji yang begitu bermakna, seakan memberikan harapan dan semangat .

Saat itulah saya melihat sosok Adji yang berbeda yang meruntuhkan kesan glamour seorang selebrities. Dan selama perjalanan, Adjipun banyak bercerita tentang pemikiran dan pandangannya tentang bangsa dan Negara ini. Adji sangat concern terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan, dan dia bercerita bagaimana seharusnya keadilan dan kesejahteraan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Adji juga memberikan pandangannya tentang bagaimana anak – anak sebagai generasi penerus tongkat estafet  pembangunan bangsa harus mendapat perhatian yang khusus oleh pemerintah dan seharusnya mereka dilihat sebagai asset bangsa yang ‘mahal’. Seperti pendapat Adji: “Masa depan bangsa ini harus diselamatkan dan kitalah sebagai generasi muda yang harus memperjuangkannya”.

Saat itu image negatif tentang Adji runtuh …. Kekaguman saya perlahan – lahan tumbuh …. Walaupun sampai detik itu saya berusaha keras untuk menekan perasaan ini … namun …… saat itu kurasakan ada sesuatu yang lain…………….

Apakah ini namanya cinta? I don’t know ….. tapi yang pasti sejak saat itulah …….

KOMENTAR IBU NEGARA RI, IBU Hj. ANI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENGENAI ANGELINA SONDAKH

Bersama_ibu_ani_bambang_yudhoyono_1Assalamu’alaikum warahmatulahhi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua,

Saya menyambut gembira dan positif diluncurkanya weblog (angelinasondakh.blogs.com). Saya yakin weblog yang tentunya berisi perjalanan pribadi Angelina Sondakh, seorang Puteri Indonesia 2001, Kader dan Wakil Rakyat dari Partai DEMOKRAT ini akan bermanfaat bagi pembacanya.

Angelina Sondakh, menurut saya adalah sosok generasi muda Indonesia yang mempunyai potensi untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan bidang yang diminatinya. Harapan saya, Angelina akan mampu memberikan warna dan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya terutama dalam membantu menyuarakan kepentingan rakyat dari daerah konsituennya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Dari_bu_ani_sby_1Saya juga berharap Angelina Sondakh akan terus menerus meningkatkan dedikasinya untuk membangun bangsa Indonesia dan teruslah menimba ilmu pengetahuan, belajar dari pengalaman dan mengembangkan wawasan baik lewat kegiatan-kegiatan politik, sosial dan kemanusiaan serta mampu membimbing kader-kader muda terutama kaum wanita Indonesia yang berkualitas.

Akhirnya saya ucapkan selamat kepada Angelina atas di luncurkannya angelinasondakh.blogs.com. Semoga Tuhan meridhoi usaha ini dan Generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, cerdas dan bermartabat serta mampu bersaing di dunia Internasional. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatulahhi wabarakatuh.


Jakarta,24 Januari 2006
            ttd
Hj.Ani Bambang Yudhoyono

DUTA BESAR ORANGUTAN

Me_puteri_puppet_orangutan_yang_menjadi__4 Sebuah kehormatan ketika saya dipercaya menjadi Ambassador Orangutan oleh organisasi internasional yang peduli pada salah satu satwa langka di Indonesia. Besarnya kepercayaan organisasi Orangutan Republik Education Initiative (OUREI) pimpinan Gary Saphiro yang berbasis di Santa Monica,USA

ini telah membuat saya kembali menekuni dunia yang dikenal sudah sangat memprihatinkan di Indonesia. Menyebut lingkungan hidup di Indonesia, kita langsung mengaitkannya dengan illegal logging dan rusaknya hutan. Kerusakan itu telah membuat hutan gundul. Sehingga banjir dan longsorpun menjadi langganan yang datang silih berganti dan mengakibatkan korban manusia dimanapun.

Menjadi ambassador orangutan ditengah kesibukan saya sebagai anggota DPR-RI bukanlah pekerjaan ringan. Menjalani tugas sebagai anggota dewan yang mengabdi untuk kepentingan orang banyak sama mulia dengan tugas sebagai duta penyelamatan orangutan. Kedua visi besar inilah yang membuat saya bersedia menerima kepercayaan OUREI pada acara Pekan Peduli orangutan 13 November 2005 lalu. Bersama_menteri_kehutanan_garry_shapiro_4 Kepercayaan ini mengingatkan keterlibatan saya pada kampanye penyelamatan primata Tarsius (monyet terkecil di dunia) di dunia yang berada di propinsi tempat asal saya, Sulawesi Utara. Saya melakukannya sejak saya masih dibangku sekolah dahulu. Karena itu, tugas sebagai duta orangutan sebenarnya lebih pada rasa cinta saya pada lingkungan hidup, utamanya pada penyelamatan spesies orangutan dari kepunahan. Bayangkan saja, ada 126 jenis burung, 63 jenis mamalia dan 21 jenis reptilia terancam punah di Indonesia. Dan ini termasuk yang terburuk di dunia.

Cinta saya yang kuat pada orangutan membuat saya selalu ingin terus melakukan upaya –upaya konkrit pada generasi muda untuk ikut mencintai dan peduli pada setiap program lingkungan hidup yang akan saya lakukan. Saya sadar, hanya dengan menumbuhkan rasa peduli pada generasi mudalah program lingkungan tidak sia – sia. Bahkan saya menaruh harapan, 10 tahun ke depan program LH yang lebih baik dapat terlaksana bila mereka semuanya memiliki juga rasa cinta pada lingkungan. Rasa cinta saya pada lingkungan hidup inilah yang sedang saya tanamkan pada generasi muda melalui club orangutan Indonesia – club yang beranggotakan para pelajar, mahasiswa dan volunteer. Sekilas tujuan dari berkumpulnya kader – kader lingkungan hidup ini akan diteruskan dalam bentuk – bentuk advokasi yang bersifat edukatif di sekolah – sekolah maupun di kampus – kampus. Menyentuh lapisan ini sangat strategis buat mensosialisasikan kampanye lingkungan hidup di Indonesia.

Sejak dipercaya oleh organisasi NGO Orangutan Republik dan Kementerian lingkungan hidup melalui anugrah KLH Award 2005 kepada saya, maka inilah momentum memberikan yang terbaik pada bangsa yang membutuhkan tenaga saya. Tugas – tugas ini sepenuhnya saya jalani dengan penuh tanggung jawab Menyelamatkan orangutan dari kepunahan adalah pilihan utama saya. Saya tertarik pada spesies ini karena saya cinta betul pada primata unik ini. Primata ini keberadaannya sangat kritis, ia sedang terancam punah karena ulah egoisme segelintir orang. Berbagai informasi tentang spesies yang hidup di Sumatera dan Kalimantan ini diperdagangkan serta diperjualbelikan dengan mudah ke luar daerah maupun keluar negeri. Inilah salah satu factor semakin berkurangnya primata ini di masa – masa mendatang. Padahal primata yang hidup di hutan ini berkorelasi positif dengan kelestarian lingkungan hidup, yang berfungsi sebagai penyangga air dari bahaya banjir. Itu berarti semakin punah spesies ini, semakin kritis pula lingkungan dari bahaya banjir dan longsor.

Penerimaan_anugerah_klh_award_2  Tujuan besar menyelamatkan lingkungan hidup dari kerusakan yang paling luas adalah tugas mulia. Saya menyebut tugas ini mulia karena saya tidak ingin kelak ada manusia – manusia yang mati akibat longsor ataupun banjir. Paling tidak, 10 tahun dari sekarang suara korban – korban kemanusiaan karena longsor dan banjir tidak ada lagi. Mungkinkah hal itu dapat diwujudkan? Inilah tugas mulia itu, bila kita ingin berbuat dalam menyelamatkan lingkungan hidup harus dilakukan sedini mungkin. Menyelamatkan lingkungan hidup sama artinya menyelamatkan manusia – manusia sebagai korban kemanusiaan untuk hari esok. Kerja lingkungan hidup merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat mulia karena kita berpikir bagaimana berbuat untuk menyelematkan manusia mulai dari hari ini untuk hari esok.

January 19, 2006

GEDUNG BUNDAR SENAYAN

Angie_tempo_3Bagi saya melayani dan berjuang untuk kepentingan masyarakat kecil adalah panggilan hidup yang harus dilakukan secara persistence. Perjuangan tidak mengenal kata lelah. Ketika terpilih saya menjadi Puteri Indonesia 2001, ada satu komitment yang saya pegang teguh “ My Dedication for This Country ”. Persembahan untuk Negeriku. Cita-cita itu kini tercapai sudah, saya tidak mau karena saya seorang selebretis kehadiran saya di parlemen hanya sebagai pajangan saja. Saya ingin menghilangkan image tersebut.    
Saya sudah menyadari resiko dan konsekuensi menjadi politisi untuk itu saya telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar bisa menjadi anggota dewan yang berkualitas. Walaupun pada masa-masa awal saya sempat shock dan terkaget-kaget  dengan  cara berpikir dan perilaku para politisi senior. Sepertinya idiom “tidak ada kawan maupun lawan sejati” dalam dunia politik memang benar-benar ada. Hari ini bersitegang besoknya sudah ha…ha hi..hi lagi. Intrik saling sikut, bahkan fitnah yang tanpa dasar sudah merupakan menu sehari-hari.
Bahkan tidak jarang, pesan-pesan singkat yang tidak pantas dan kurang nyaman di telinga, mampir melalui sms ke handphone saya. Memang  bukan hanya dunia politik saja yang penuh intrik. Hanya porsinya mungkin lebih banyak di politik, dibandingkan bidang lain. Saya pada awalnya memang cukup sulit menyesuaikan diri, namun mau tak mau, suka tak suka, saya harus siap. Dan yang menjadi permasalahan, di area ini intriknya tak sebatas masalah personal tapi lebih luas lagi, yaitu perseteruan antar anggota komisi, fraksi, dan partai yang tentunya dalam konteks positif untuk menghasilkan yang terbaik untuk rakyat.
Dunia politik praktis memang dunia baru bagi saya. Meskipun sebenarnya saya lahir di lingkungan keluarga yang tak jauh dari dunia ini. Secara teori saya banyak belajar dari paman saya yang dua kali menjabat anggota DPR dan adalah mantan Gubernur SULUT. Dalam prakteknya, teori cenderung tidak diterapkan secara baku. Dengan kata lain, bisa berjalan fleksibel. Saya bisa belajar sambil bekerja, lewat berbagai diskusi dengan banyak pihak. Saya harus lebih banyak belajar dari para politisi terdahulu. Tentunya belajar pada mereka yang berpolitik dengan cara-cara yang lebih santun dan terpuji. Teman-teman LSM dan  Focus Discussion Group juga banyak membuka cara pandang saya untuk memahami dan mendalami isu-isu krusial yang dihadapi bangsa ini.
Saya juga bersyukur setelah melalui seleksi yang cukup ketat, atas sponsor National Democratic Institute (NDI), pada tanggal 5-15 September 2004 saya bersama beberapa anggota DPR lainnya pergi ke Amerika dalam rangka studi banding. Kunjungan selama kurang lebih 10 hari, telah banyak memberikan wawasan dan pengalaman yang sangat berarti buat saya. Terlepas dari sistem politik yang relatif berbeda dengan Negara kita, maka studi banding ini memang telah memberikan banyak wawasan dan pengalaman sebagai anggota legislatif yang baru. Dengan tidak bermaksud untuk mengadopsi segala hal yang berbau Amerika, Bersama_mac_dermott_3 saya  harus mengakui bahwa beberapa hal memang perlu dipelajari dan kalau memungkinkan diterapkan  di Indonesia. Sebagai contoh kecil, saya melihat bagaimana anggota parlemen bekerja di sana. .Saya lihat salah satu kekuatan anggota parlemen di sana, mereka memiliki staf (ahli) dalam berbagai bidang, seperti bidang budgeting dan drafting.  Dengan bantuan staf ahli ini maka seorang anggota di sana hanya sebagai konseptor, sementara tugas yang bersifat teknis dijalankan oleh staf-stafnya, sehingga ia muncul ke sidang dengan data dan informasi yang sudah lengkap dan mampu membuat pertanyaan yang berkualitas. Belajar dari negeri orang untuk kemajuan bangsa saya kira sangatlah baik. Untuk itu saya berusaha dapat membuat suatu resume yang akan dibagikan kepada masyarakat mengenai apa yang menjadi pertimbangan seorang anggota DPR dalam suatu kebijakan RUU atau suatu perdebatan, dan Studi_banding_usa2 mengkomunikasikannya kepada rakyat  mengenai keuntungan dan kerugiannya, sehingga tidak ada ekspetasi yang berlebihan. 
Saya berharap mudah-mudahan DPR bisa menjadi lembaga yang bersih dan transparan, sehingga bisa memberikan hasil dan manfaat yang sebesar-besarnya buat masyarakat. Kalau ada isu suap, serahkan pada proses hukum yang ada, dan harus ada ketegasan dari pelaku hukum untuk memberikan hukuman yang sesuai. Untuk itu harus ada sanksi yang tegas terhadap oknum tersebut. Sekarang saya melihatnya bagaimana bisa membentuk DPR yang kuat, transparan dan bisa membuat produk undang-undang yang berpihak kepada masyarakat. Eksekutif, yudikatif bisa bekerja bertahun-tahun, sedangkan DPR hanya tergantung dari kerja kerasnya selama lima tahun. Kalau tidak maksimal bisa tidak terpilih lima tahun mendatang. Dan sekarang masyarakat sekarang bias mengukur perjuangan DPR.
Perlahan namun pasti, mentalitas saya mulai teruji. Mulai dari urusan rapat-rapat yang hingga larut malam sampai urusan menerima masukan dan pengaduan dari masyarakan konstituen, saya jalani dengan senang hati. Ini sebuah resiko profesi, kata bahtinku menguatkan diri. Filosofi hidup saya sederhana saja, ‘MAN PERPOSES BUT GOD DISPOSES, Manusia Merencanakan Tuhan  Menetapkan. Saya hanya hambaNYa yang lemah dan tiada arti. Dan Keberadaan saya di sini sudah merupakan takdir Tuhan yang harus saya jalani. Semua telah direncanakan dan ditetapkan olehNya. Oleh sebab itu saya berusaha menjalaninya dengan “easy going” saja. Saya selalu merasa senang dan menyenangkan diri dalam menjalankan aktifitas sehari-hari ini adalah pelayanan saya. Apapun bentuknya semua itu saya jalani dengan kesungguhan hati dan dengan rasa penuh tanggung jawab layaknya seorang professional yang bekerja berdasarkan tolok ukur yang jelas dan progresif. Sebagai anggota komisi X yang membidangi Pendidikan, budaya dan pariwisata, saya bangga pemerintah memberikan perhatian khusus pada pendidikan. Pemerintah sangat menyadari bahwa pendidikan itu adalah asset yang sangat besar dimasa mendatang dan sebagai investasi jangka panjang. Keinginan pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar 9 tahun yang juga memiliki target untuk mengentaskan kebutaaksaraan, dapat dilihat dengan diberikannya biaya operasional kepada 28,9 juta peserta didik tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah/pesantren Salafiah dan sekolah agama lainnya, dan sejumlah 10,8 juta anak didik SMP/Madrasah Tsanawiyah/Pesantren Salafiah. Dan untuk tingkat SMA/SMK/Madrasah Aliya dan sekolah agama lainnya diberikan beasiswa kepada 698,5 ribu siswa. Pemerintah juga berupaya mengurangi tingkat pengangguran dari  angka 9,9 % menjadi 5,1 %. Bersama_anakanak_bala_keselamatan_1 Sedang tingkat kemiskinan dari 16,5% menjadi 8,2 persen. Saya menyadari dalam kondisi Negara yang sulit seperti ini dan juga dengan dinamika global, memang agak sulit bagi pemerintah untuk mencapainya, namun kita semua harus optimis. Dan jika pemerintah telah menggulirkan angka tersebut tentunya dengan asumsi-asumsi bahwa pemerintah mungkin akan dapat mencapainya. Dan saya berharap sistem pemerintahan ke depan mengutamakan check and balance, sehingga ada control yang bagus antara lembaga yudikatif, eksekutif dan parlemen. Disamping itu masyarakat tidak boleh diam saja, harus turut menyumbangkan ide berupa pemikiran. Sudah saatnya masyarakat pro aktif. Pemerintah sebagai fasilitator dapat bersinerji secara positif dengan anggota DPR sebagai legislasi. Setahun sudah saya berada di gedung bundar Senayan ini, namun saya merasa masih harus banyak belajar agar tidak mengalami political shock untuk setiap kejadian di gedung DPR. Saya harus terus belajar betapa dunia politik memang tidak bisa ditarik garis linier dengan bidang lainnya. Ada banyak perbedaan di dunia ini dibanding dengan lainnya. Trik dan intrik sangat variatif. Betapa tidak mudah memperjuangkan sebuah idealisme  yang dipegangnya ketika harus bersinggungan dengan alam politik. Di sini idealisme kita harus bergulat dengan banyak kepentingan lain untuk setidaknya bisa sedikit memperjuangkan konsensus yang kita pegang. Jadi nggak gampang ‘ngomong idealisme. Tingginya friksi yang kerap muncul di gedung DPR dalam berbagai aspek kajian, saya akui sangat menguras pikiran dan tenaga. Dulu aku tidak pernah membayangkan kalau harus rapat sampai jam satu dini hari, dan tidak pernah saya bayangkan pada kenyataannya begitu sulitnya proses pembuatan UU. Hal tersebut tidak hanya perlu menguras tenaga, waktu dan pemikiran . Kini sudah biasa. Untuk menghadapi semua ini, semua aku biarkan mengalir begitu saja karena mungkin siklus hidupku memang harus begini saat ini. Hidup ini mengalir, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok.