Untuk Semua Perempuan di dunia dan untuk Mama : I LOVE YOU SO MUCH
Bulan Maret merupakan bulan besar dan bersejarah bagi kaum perempuan di seluruh pelosok bumi. Hari ini tanggal 8 Maret 2006, adalah hari Perempuan Internasional , sebuah hari besar yang dirayakan diseluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Inilah hari peringatan setelah keluarnya Deklarasi Copenhagen (11 Maret 1911) yang menyatakan persatuan kaum perempuan sedunia untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak-anak.
Seluruh kaum perempuan memperingati hari ini dengan penuh makna dan harapan akan posisi kehidupan perempuan ke arah yang lebih bermartabat. Hari ini juga dirayakan untuk memperkuat solidaritas sesama perempuan dalam upaya menegakkan penghormatan terhadap hak-hak yang sangat mendasar bagi kaum perempuan.
Inilah saat tepat untuk menilai kembali kemajuan perempuan, terutama pemberdayaan dan partisipasi dalam bidang sosial, ekonomi dan politik. Melihat realita saat ini, dibanding beberapa dasawarsa ke belakang, kondisi perempuan memang lebih baik. Setidaknya telah ada sedikit ruang bagi perempuan untuk bergerak lebih jauh di berbagai bidang kehidupan sosial, politik dan ekonomi.
Kita kaum Hawa patut mensyukurinya, meski tindakan diskriminatif masih dialami perempuan di seluruh penjuru dunia. Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi dalam banyak masyarakat, atas nama tradisi, agama dan kebudayaan. Padahal bahwa semua manusia diciptakan sama dengan harga diri, merupakan prinsip paling mendasar dari hak asasi manusia.
Dari lebih 200 juta penduduk Indonesia, lebih dari setengahnya kaum Hawa. Berapa persen kaum perempuan yang mengisi jabatan publik dan parlemen? Di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari kuota 30 % untuk kaum perempuan hanya 9 % yang terisi oleh kaum Hawa, dari keseluruhan kira-kira 500 anggota. Ini hanya contoh kecil, betapa masih banyak yang harus diperjuangkan kaum perempuan, khususnya di bumi Pertiwi tercinta ini. Tentu dengan tidak menutup mata, pada kenyataan bahwa status perempuan dan masalah gender di sini telah mencapai kemajuan dramatis dalam beberapa tahun.terakhir ini.
Hari ini dirayakan oleh semua kaum perempuan termasuk seorang Ibu. Memang sudah ada hari Ibu tanggal 22 Desember, tapi di hari ini figur seorang ibu juga dapat kita perhatikan sebagai sosok perempuan dewasa. Sosok yang penuh kasih, yang hanya memberi dan tak mengharap kembali, begitu penggalan syair lagu “Kasih Ibu kepada beta” yang sering kita nyanyikan waktu kecil dulu.
Saya juga sangat mengagumi Bunda Teresa, karena Bunda Teresa menerima panggilan yang dalam dari Tuhan, untuk melayani diantara termiskin dari yang miskin. Terutama di Calcutta, India, dimana beliau mendirikan tempat perlindungan pertamanya untuk menangani ribuan orang-orang jalanan yang papa. Saat masih hidup (1910-1997) Bunda Teresa, yang menerima hadiah Nobel Untuk Perdamaian pada 1979 ini, dikenal sebagai “Santa Hidup” ( a living saint). Sebutan yang menunjukkan penghormatan pada seorang perempuan. Jadi jelas sekali sebutan Bunda untuk terjemahan “mother” sangat tepat. Karena bukankah kata bunda berasal dari Ibunda, ibu. Perempuan yang berdedikasi, penuh kasih, tanpa pamrih Dalam hal Bunda Teresa, perempuan santa.
Di hari yang special ini, saya ingin memberikan penghargaan tertinggi saya kepada mama saya “Ir. Sjul Kartini Dotulong”. Sosok “Ibu” yang walaupun bekerja sebagai dosen tapi tetap bisa memberikan “quality time” kepada anak-anaknya sehingga saya bisa menjadi yang sekarang ini. Mama mengajarkan saya kesederhanaan dalam hidup, bahwa hidup itu tidak semata-mata mengejar “materi” saja tapi hidup itu “berarti” ketika kita mampu untuk “memberikan” sesuatu bagi orang-orang disekitar kita.

I Love my mom very much, di balik “kecerewetannya” ada kasih dan perhatian yang luar biasa, untuk itu saya ingin meminta maaf ke mama saya untuk segala kesalahan dan memohon kepada Tuhan agar diberikan umur panjang, damai sejahtera dan kebahagiaan. Dan semoga keinginan mama saya, untuk melihat suatu saat nanti saya didampingi oleh pasangan yang bisa membahagiakan saya, terwujud.
Salam sejahtera untuk kaum perempuan,
AS