Dieng Yang Terlupakan

Sungguh menakjubkan ketika saya tiba di dataran tinggi Dieng. Dipenuhi dengan tanaman kentang serta udara yang segar dan tenang. Dataran yang berada 2.100 m diatas permukaan laut membuat keindahan Dieng menjadi tempat untuk dinikmati bersama.

Setibanya di Dieng Platue Theater (DPT yang baru saja dikunjungi Presiden RI dan Ibu Negara).
Saya bersama rombongan Komisi X langsung menikmati eloknya pemandangan Dieng dari ketinggian. Tak heran kalau pada tahun 1996 Dieng sempat terkenal dengan kedatangan turis baik dari dalam negeri dan dari luar negeri. Selain itu, DPT juga merupakan sarana edukasi untuk mempelajari gejala alam dataran tinggi Dieng yang menakjubkan. Adapula terdapat berbagai peninggalan sejarah berupa candi-candi Hindu Kuno yang dibangun tahun 809 M, berbagai keajaiban alam berupa kawah-kawah aktif, telaga-telaga dan sumur raksasa.
Tapi mengapa sekarang Dieng seperti terlupakan?

Marilah kita jawab bersama. Pemerintah mengambil perannya sebagai fasilitator untuk mengarahkan Dieng sebagai tujuan wisata perlu diaktifkan dan saya rasa dengan kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhono perlu kita berikan apresiasi yang tinggi. Mengingat dengan hal tersebut maka perhatian masyarakat terhadap Dieng menjadi tinggi. Namun itu saja tidak cukup, kita harus lebih memperhatikan dan melihat langsung tempat-tempat wisata di Indonesia dengan keindahan alamnya yang sangat mengagumkan.
Love,
AS
mba angel............
ini kan lagi nyalon lagi kan untuk dewan perwakilan.....kalo mba pernah ke dieng tantunya mba juga tau keberadaan sungai serayu dengan waduknya PANGLIMA SUDIRMAN yabg terletak di kab. banjarnegara.
penataan lahan di daerah dieng yang tidak seimbang antara daerah resapan air dan area pertanian yang tidak imbang menyebabkan erosi yang tinggi, akibatnya terjadi pendangkalan di waduk. pendangkalan ini mengancam oprasi produksi energi listrik. padahal waduk tersebut kapasitasnya cukup besar sekitar 7% pasokan listrik jawa dan bali.
keadaan waduk sudah sangat kritis, pencemaran air dan tanah oleh pupuk juga lumayan memprihatinkan..........mohon untuk para dewan segera meninjau dan mencarikan solusi.........................
Posted by: tina | March 11, 2009 at 07:47 AM
mba angel anda kan mencalonkan diri jadi anggota dewandari wonosobo&banjarnegara kami hanya meminta sedikit bantuan, saat ini kami kesulitan mendapatkan bahan bakar sejak konversi mitan ke gas sehinga memaksa masyarakat kembali menggunakan kayu bakar, saya sendiri punya rencana buat pabrik bioetanol sebagai ganti mitan, hanya kami butuh dukungan terutama dana, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit
Posted by: eko | January 08, 2009 at 10:56 AM
memang dieng itu indah,saya juga anak asli dieng,dan ingin mnjadikan dieng seprti yang dulu,tetapi pemerintah kabupaten gak ada yang perduli? semoga pemerintahan yang akan datang menjadikan dieng yang indah,dan di kenal lagi oleh orang2 yang belum tau? cyooo budi setiawan slankers dieng???????????
Posted by: budi setiawan | January 08, 2009 at 10:44 AM
dieng memang indah. masa kecilku ku jalani di dieng....Sekarang ini aku juga lagi bikin skripsi tentang upacara cukur gembel.
mbak kalo mau baca buku tentang dieng baca aja
Otto Sukanto. 2003. Dieng Poros Dunia Menguak Jejak Peta Surga Yang Hilang. Jogjakarta. Ircisod.
Posted by: RHIEND | November 14, 2008 at 08:22 PM
Ya semoga ja dieng selalu abadi n sejuk jangan sampai polusi juga merusak dieng seperti di bogor yaaa
Posted by: arie | October 31, 2008 at 04:30 PM
mba anggi
bicara masalah memperbaiki alam dieng tidak bisa lepas dari ekonomi masyarakatnya. jika ingin memperbaiki alam dieng ubahlah ketergantungan masyarakat sekitar dieng terhadap exploitasi alam dieng.
suer dech...
Posted by: siter | October 25, 2008 at 11:19 AM
halo mba. suka membuat video dokumenter? kita link yuk...
Posted by: agam | October 14, 2008 at 04:57 PM
bagus loh dieng itu
Posted by: | October 08, 2008 at 11:44 AM
hohohohoho
dieng?
hahahahaha,.,
nah penting kue mbak,.,
nyong njaluk karo njenengan tolong
domongna karo sapa seng bisa ngenei biaya ngo perbaikan
dieng,.,.,
njalok tolong nyong!!!!
please.,,
Posted by: rofik | September 19, 2008 at 05:07 PM
mb' mri Qt jga dieng,pa lg buah caricanya tuch....
daerah dieng mang dingin bgt tp dstu nyimpen bnyk knangan indahku brg tmn2 n' cwo'ku......
jd pngen maen kstu lg...
Posted by: | September 19, 2008 at 11:25 AM
hallo mba' angie
diengku yang "aeng" memang tempat yang indah dan benar sekali kata mba' angie dieng yang terlupakan.ini salah siapa?entahlah..yang pasti butuh upaya yang besar dari pemerintah untuk merecovery semuanya tp jngan hanya retorika wujudkan dalam tindakan nyata!dan jangan lupa untuk ikut melibatkan partisipasi masyarakat dalam membangun dieng menjadi yang tak terlupakan...
Posted by: sri mulyani | August 29, 2008 at 11:54 AM
emang dieng indah banget....
kapan-kapan mampir jg dwonk ke rumahku...
Posted by: vhienan | August 15, 2008 at 12:50 PM
MESKIPUN AKU JAUH AKU KAN TETAP MENGENANGMU"DIENG"TANAH KELAHIRANKU...AKU KINI MERANTAU DI NEGERI ORANG........ DIENG_PAST@YAHOO.COM
Posted by: UDIN | August 06, 2008 at 03:52 PM
mbak angie yang cantik.....
ketika kaki kita menapak langkah demi langkah, maka seyogyanya desahan nafas kita mengingatkan akan janji dan perjuangan kita untuk segera mewujudkannya, setelah semuanya teraih jangan terbuai dengan segala fasilitas dan kemewahan yang diterima, aplikasikan dalam karya nyata.
Dieng adalah rumahku.... jadi tolong perhatikan dan terus berjuang demi kemajuan kepariwisataan di Dieng.
Janji adalah hutang dan akan selalu mengejar sampai akhir hayat.
Posted by: oni wiyono | July 29, 2008 at 09:08 AM
pemerintah pusat belum maksimal memperhatikan dieng, selama ini hanya pem prov dan kabupaten aja, kami mengharap agar realisasi dari pusat segera terwujud demi kemajuan dieng dan mewujudkan menjadi DIENG MENTERENG, kalau cuma kunjungan, studi banding, ataupun acara ceremonial lainnya semua orang pasti bisa karena tidak memakai biaya sendiri, tetapi yang lebih penting adalah hasil kerja yang nyata dan bukan sekedar jargon dan slogan semata
Posted by: oni wiyono | July 29, 2008 at 09:02 AM
hallo mbak angelina,
ngomong2 kapan mau meried nya, biar dapat predikat ibu rumah tangga
Posted by: pin agus | June 26, 2008 at 08:50 AM
Thanks Mba' Peduli Sama Dieng>
Satu hal mbak...
Tidak mudah menyelesaikan masalah dieng.....
sangat kompleks...coba selami lebih jauh...secara budaya, sosial, hingga ke persoalan politik. dieng lengkap-lengkip deh.
itu kenapa dieng terlupakan seperti saat ini.
tapi saya optomis...pada masanya dieng akan kembali...ok
Posted by: Agus Yulianto | April 01, 2008 at 05:49 PM
mbak Angelina S ...komentar anda mengenai dieng sudah bagus ...saya pertama datang ke dieng langsung terkesiap...menyesal sekali...kok baru sekarang ya saya menginjakkan kaki di sini begitu gumam saya ...karena Dieng begitu menakjubkan buat saya...Diang bukan milik Banjar...bukan milik Wonosobo...Dieng milik Indonesia dan Dunia " MARI KITA JAGA BERSAMA"
Posted by: anang pri handoko | March 15, 2008 at 06:36 PM
Dieng itu punya BAnjar!dieng itu miliknya BanjaR!!
maRi kita lestarikan dieng bersama2.
_Runner Up Duta Wisata Banjarnegara 2007_
Posted by: eYa | September 14, 2007 at 11:04 AM
Wah seneng sekali, lagi surfing ternyata nemu bblognya mba angel. Ternyata rajin juga ya nulisnya.
seneng deh liat pemikiran mbak.
satu masukan aja nih mba, potensi alam kita yang kaya dan indah mesti mendapat lebih banyak perhatian agar bisa terawat.
Posted by: Iman Triwahyudi | July 28, 2007 at 12:02 PM
mbak thanks udah peduli ama wonosobo terutama dieng mudah mudahan segera terlaksana programnya mbak anggie n pak SBY untuk menjadikan dieng seperti dulu,mbak waktu jadi putri indonesa pernah nggak memperkenalkan dieng ke mancanegara oya mbak saya asli warga wonosobo tepatnya Ds SENDANGSARI Kec.GARUNG kalu\au ke Dieng pasti lewat tempat saya soalnya itu jalur utama dari kota menuju dieng and jangan lupa untuk kesenian tradisional SENDANGSARI gudangnya kesenian nanti kalau mbak liburan ke Dieng jangan lupa mampir nanti akan saya suguhkan macam-macam kesenian dan buat mbak Anggie dan Pak SBY maju terus untuk pembangunan dieng saya sendiri punya program untuk mempromosikan dieng "DIENG SURGA INDONESIA"
Posted by: SLAMET HARYONO | June 17, 2007 at 06:10 PM
Diengku yang dingin, Diengku yang cantik dan Diengku yang sakit..
Begitu takjub & kedinginan saat pertama kali ak datang ketempatmu..
Dan begitu tersayat hatiku merasakan sakitnya lingkunganmu.
Candi Arjuna membuatku jatuh cinta pd Dieng. Kenapa lingkunganmu tidak pernah mengerti apa yang kmu inginkan ?
Dulu kalo tidak ada engkau, mungkin dunia sekarang tidak akan seperti ini.
Mohon semua pihak baik pemerintah daerah atau pusat, penduduk dan juga pengunjung Dieng untuk tetap menjaga kebersihan daerah situs Candi. Tidak membuang sampah sembarangan dan pengelolaannya secara benar dan tidak ada preman-preman kampung yang sok berkuasa.
Oooooh...... Diengku tersayang, kapan engkau tersenyum manis lg untukku ?
Teambulls,jepara.
Posted by: teambulls | May 25, 2007 at 10:23 AM
Saya punya ide gila. gimana kalo wonosobo jateng dibangun sebuah pusat ilmu atau kebudayaan. banyak banget situs sejarah yang nggak terjamah pemerintah atau bahkan nggak ditemukan karena nggak ada upaya sama sekali. baiknya lagi di tiap kota atau kabupaten dibuat town center yang dikhususkan buat kebudayaan asli atau lampau. thanks dan matur nuwun.
Posted by: Agus W | March 02, 2007 at 05:19 PM
Mbak......
aku orang wonosobo / dieng,kapan sih DPR RI mau membantu pemerintah membangun dieng, jangan cuma datang, melihat tanpa ada aksi yang nyata.
Dieng adalah aset negara ini, mari kita membuka mata untuk bisa sama rasa, sama kata dan sama karsa, buktikan bahwa kamu mau dan mampu untuk berbuat tidak hanya sekedar melihat, thanks
Posted by: ONI WIYONO | January 18, 2007 at 10:15 AM
wah saya melihat foto kebun kentang di dieng jadi sedih. Kok mbak ngak prihatin sih melihat kawasan hutan lindung di jarah menjadi kebun kentang? mestinya sebagai wakil rakyat mbak bisa peka lihat hal ini dan pikirkan cari solusi melihat masalah tersebut. Coba mbak bayangkan situs sejarah yang indah itu terancam rusak saat ini, Bukannya Kagum lihat perkebunan kentang. Maaf ya mbak, saya mau ajak mbak pikirkan cara menyelamatkan dieng.
Posted by: yanuardi | October 11, 2006 at 05:59 PM