
Sungguh menakjubkan ketika saya tiba di dataran tinggi Dieng. Dipenuhi dengan tanaman kentang serta udara yang segar dan tenang. Dataran yang berada 2.100 m diatas permukaan laut membuat keindahan Dieng menjadi tempat untuk dinikmati bersama.

Setibanya di Dieng Platue Theater (DPT yang baru saja dikunjungi Presiden RI dan Ibu Negara).
Saya bersama rombongan Komisi X langsung menikmati eloknya pemandangan Dieng dari ketinggian. Tak heran kalau pada tahun 1996 Dieng sempat terkenal dengan kedatangan turis baik dari dalam negeri dan dari luar negeri. Selain itu, DPT juga merupakan sarana edukasi untuk mempelajari gejala alam dataran tinggi Dieng yang menakjubkan. Adapula terdapat berbagai peninggalan sejarah berupa candi-candi Hindu Kuno yang dibangun tahun 809 M, berbagai keajaiban alam berupa kawah-kawah aktif, telaga-telaga dan sumur raksasa.
Tapi mengapa sekarang Dieng seperti terlupakan?

Marilah kita jawab bersama. Pemerintah mengambil perannya sebagai fasilitator untuk mengarahkan Dieng sebagai tujuan wisata perlu diaktifkan dan saya rasa dengan kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhono perlu kita berikan apresiasi yang tinggi. Mengingat dengan hal tersebut maka perhatian masyarakat terhadap Dieng menjadi tinggi. Namun itu saja tidak cukup, kita harus lebih memperhatikan dan melihat langsung tempat-tempat wisata di Indonesia dengan keindahan alamnya yang sangat mengagumkan.
Love,
AS
hii...
lam knl bwt mba angie ^_^
....aq salut bgt dah ma gebregkan yang mba bwt,,entah itu......
mba,,klo mba py club ttg pecinta alam..aq mo gabung donk!!?plz,,aq minat bgt ma alam..-_^'...
bls ya mba!!!!oh ya da FS g??
Posted by: marissa | May 15, 2006 at 12:22 PM
mbak angie the real puteri indonesia...
Posted by: vanty | May 14, 2006 at 07:10 PM
gimana ya kalo as nikah ama adjiii,waduh bnyk yg irih kaliii...utama nya gw dong...tp sippp jalan terusss,gw suport asal gak agama masing2
Posted by: rehan dg parebba | May 13, 2006 at 06:48 PM
Dear AS:
Bulan lalu saya juga ke Dieng setelah menghadiri pesta pernikahan salah seorang anak Bupati Banjarnegara. Saya juga benar-benar terkesan dengan keindahan alam dan budaya yang telah tumbuh ratusan tahun silam di sana.
Kebetulan saya sedang belajar fotografi. Jadi lumayan banyak belanja foto di sana. Tetapi sayangnya, saya sedikit terganggu waktu mau ambil foto komplek candi dari arah depan. Karena di belakang jauh itu ada 2 masjid yang terang-terangan (secara estetika) telah membuat 'kacau' view candi Dieng. Apa tidak lebih menarik kalau masjid-masjid itu didisain menyesuaikan dengan nuansa Candi Dieng yang ribuan tahun telah ada di tempat itu. Dan bukankah masjid tidak harus selalu bergaya Timur Tengah?
Terima kasih telah membaca pesan ini. Saya tidak bermaksud SARA. Salam hangat.
Posted by: Shola | May 06, 2006 at 01:40 PM
Mba Angie,
Dieng itu memang indah yah...
pasti menyenangkan bila dieng itu indah sebagai HUTAN bukan sebagai kebun kentang semata...
Akan lebih baik jika Dieng menjadi daerah konservasi, bukan hanya daerah tujuan wisata
Posted by: Marisa T | May 05, 2006 at 11:27 AM
salam kenal Angel, Indonesia gak kalah deh dari segi kecantikan alamnya. Sayang aja kurang promosinya, jadi yang orang asing tuju mesti ke Bali.
Posted by: miniez | April 30, 2006 at 11:29 PM
Hi, mbak Angie
Saya cuma mau bilang supaya mbak Angie maju terus dengan blogs ini. Walaupun banyak yang kritik/nggak suka sama blogs ini itu sah2 aja lha wong ini namanya diary/buku harian seseorang yach jadi isinya cuma ceritain kehidupan mbak Angie melulu.
Oh yach saya usul gimana kalo dibentuk Angelina Sondakh Fans Club ? Saya rasa pasti bakal banyak yang setuju. Saya sendiri siap untuk mendaftar he he..
Itu aja dulu. Tengs yach.
Aan P. Kindangen
Posted by: aan p kindangen | April 30, 2006 at 11:28 AM
Hi, mbak Angie
Punten nya ayeuna abdi nganggo basa Sunda teu sawios-wios pan ? Upami mbak Angie teu ngartos tiasa naroskeun ka urang Sunda nu tiasaeun he he..
Abdi cuma bade naroskeun mbak Angie satuju henteu upami Putri Indonesia atawa Miss Indonesia ngiringan Miss Universe ?
Tos ah eta wungkul patarosan abdi ayeuna. Mangga atuh permios heula.
Aan P. Kindangen
Posted by: aan p kindangen | April 28, 2006 at 05:57 PM
jeng, coba nulisnya biasa aja deh. gak usah jaim. hasilnya pasti lebih bagus. contoh tiara lestari deh. tulisannya bersahaja, ringan dan gampang dicerna. baca tulisanmu mumet deh. kesannya hanya orang2 pinter aja yg bisa ngerti.
Posted by: | April 28, 2006 at 04:35 PM
mbak angie TWO THUMBS UP YA!!!aku juniornya teh tina talisa yg PI 03...kalo teh tina mbak angie pasti tau tapi kalo aku kayaknya mbak angie ga kenal hehe...aku dari temanggung asalnya meskipun aku mewakili jabar...temanggung itu deket2 dieng juga sih..dieng emg OK mbak..tapi kalo mbak libur main aja kerumah eyang saya di JUMPRIT...gratis banget deh mbak hehe...deket2 dieng juga..jumprit itu daerah tempat orang budha ngambil air suci kalo mau waisak...di temanggung terkenal dengan petani tembakau,tapi kayaknya sekarang petaninya lagi lesu habis tengkulaknya kadang2 jahat hehe...aku kan kuliah di bidang S2 bioteknologi ITB ya mbak,dan skrg ada peneliti yg lg ngembangin cara memanfaatkan tembakau selain untuk rokok.pernah denger ga mbak?dia memanfaatkan tembakau untuk memproduksi protein gitu..aku pikir-pikir bener juga si...daripada buat rokok mendingan untuk yg lain...soalnya aku anti rokok si mbak hehe...TERUS berjuang utk rakyat ya mbak...aku dukung dari bandung..kalo perlu bantuan bilang aja, pasti aku bantuin kalo bisa...hmm btw aku tertarik juga dengan masalah sosial, mbak bisa bantu ga dengan menyarankan dilembaga mana aku bisa bergabung?THANKS ya mbak kalo di reply;)
Posted by: dyane dorothy aurora | April 28, 2006 at 04:06 AM
well done angie..u got the wave now. ur blog should represents ur personality as putri indonesia without mess it up with ur love story. is not that we dont care.. but indeed we dont really need to know. but this kinda thing bout tourism and the government issues regarding the facilities really suprised me,knowing that ur finally care bout INDONESIA. hang it on there!!!
Posted by: ce_indonesiatpgagikutputri2an | April 26, 2006 at 04:20 AM
sepertinya bulan ini penuh bulan jalan2 yah :P
btw di republik BBM kemaren tema perempuan diangkat tapi banyak terjadi pelcehan secara implisit yah....
Posted by: ardi | April 25, 2006 at 10:29 PM
iya .. ember mbak son ...
aku juga pernah ke Dieng .. dan ternyata .. tempatnya masih juga kurang begitu diperhatikan ..
Coba aja kalo diperhatikan lebih lagi, yakin deh ... akan banyak sekali para wisatawan yang akan berkunjung .. :-)
kekayaan alamnya udah sangat bagus sekali ....
okelah mbak Son,
mungkin aku bisa ngasih masukan gitu aja, dan alangkah lebih cantiknya kalo mba sebagai wakil rakyat juga menyampaikan masukan ke Bp RI-1. Terima kasih.
Posted by: [H]Yudee | April 25, 2006 at 05:04 PM
Dieng memang indah dan menakjubkan, salah satu tempat indah yang belum sempat aku singgahi...mungkin Angie sebagai duta PBB mempunyai cukup akses bisa lebih mengenalkan Dieng,seperti dunia mengenal keindahan Bali..
Dieng..Dieng entah kapan aku bisa menjamahmu dan merasakan harum aroma belerangmu....
East Borneo...
Posted by: yan | April 25, 2006 at 01:33 PM
Halo Mbak Angel...
Bukan mau ngomentari artikel ini sih...
tapi cuma mau nanya...kapan nih ke Kaltim...
denger-denger jadi duta orang utan yaa...
salam
Hery
Posted by: Hery | April 25, 2006 at 01:20 PM
OOT :
Saya juga mendukung kaum feminis di DPR
Posted by: fendiv | April 25, 2006 at 01:12 PM
alah.. diriku baru kali ini baca blog seorang "anggota" dewan,kesan pertama ventromedial diriku berkata..huh.. ini cuma kata2 tipikal dari seorang "anggota" dewan seperti dirimu yang menikmati uang rakyat yang kejang-kejang nahan lapar cuma untuk bayarin gaji kalian yang fantastis di gedung kura-kura itu!! lalu sekarang apa yang akan dirimu lakukan dengan kata2 indah di sini?apakah ini hanya sekedar sensasi pembodohan buat masyarakat supaya rakyat percaya kalo masih ada anggota dewan yang PEDULI sama pariwisata atw apalah!hah...cuma PEDULI??!!apa gunanya embel-embel "anggota dewan legislatif" atw apapun itu!?
kami makhluk jelata pemberi upah kalian mengharapkan aksi yang lebih konkret daripada sekedar tulisan2 "indah" disini!!
kalo tidak! siap-siap untuk berlawanan dengan kutukan rakyat!!
ttd
rakyat jelata
Posted by: jhonyjelata | April 25, 2006 at 12:50 PM
Mba, saya rasa bukan cuma kunjungan Pak Yudhoyono saja yang kita perlukan. Memang tidak dipungkiri itu memberikan arti bagi masyarakat sekitar. Yang lebih banyak masyarakat,Dieng khususnya, perlukan barangkali adalah sebuah pengelolaan kawasan Wisata yang terpadu. Maksudnya, dalam promosi2nya, Dieng juga perlu dijadikan sebagai sebuah 'Paket' yang menyatu dengan tempat wisata lainnya. Yaitu dengan: Borobudur, Sangiran, Ketep pass dll. Terus, plus, kesadaran masyarakat sendiri, bahwasannya, pariwisata itu penting.
Dan, saya rasa, harus ditangani dengan serius, kalau memang ingin membangkitkan kembali 'Kejayaan' Dieng. Karena, Dieng memang kaya, tapi belum terkelola secara maksimal.
Hi Mba, ingat saya ngga..?? (jaket item, topi NASA, Cakep lagi hehe..)
Posted by: Kuncoro | April 25, 2006 at 12:25 PM
Pertamaaaaaaaaaaaaaaaa....
Asyik aku yg pertama comment..heheheh
Non..kok banyak dolan-dolan yah, wah enak juga atuh jadi anggota Parlemen, aku juga mau dong.
kebo Tasik
Posted by: kebo hideung | April 25, 2006 at 09:21 AM
Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda Kuna "Di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" dari kata hyang (Dewa, Tuhan) yang artinya tempat para dewa dewi. Maka Dieng berarti daerah pegunungan dimana para dewa dan dewi bersemayam. Dieng merupakan sebuah desa di wilayah kecamatan Kejajar dan berbatasan dengan kabupaten Banjarnegara. Mengapa tempat ini dalam bahasa Sunda? Jawabannya ialah bahwa di daerah ini sebelum kira-kira tahun 600 Masehi memang didiami oleh suku Sunda dan bukan suku Jawa.
Kawasan ini terletak sekitar 26 km di sebelah utara kota Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15-20° C disiang hari dan 10° C dimalam hari kadang-kadang bisa mencapai 0°C dengan titik-titik beku di pagi hari (sekitar Juli - Agustus). Penduduk menyebutnya sebagai "bun upas" yang artinya "embun racun" karena embun ini menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
so sebentar lagi world cup 2006 germany !!
football is life !! :)
Posted by: jucherl | April 25, 2006 at 03:41 AM
Dataran Tinggi Dieng...
Artistik, Cantik, Pemandangan indah, Sejuk, Ramah penduduk, dan kurang terawat hehehe... yach bukan hanya di dataran Dieng saja yang kurang perhatian oleh pihak pariwisata pemda setempat namun banyak candi-candi di jawa yang berpotensial wisata tinggi namun kurang diperhatikan, contoh Candi sukuh didaerah karanganyar arah ke pariwisata Air Terjun Tawang Mangu itupun juga kurang terawat padahal candi tersebut khusu menceritakan kronologi pernikahan yang lebih tepatnya sosiologi hubungan seksual jaman dulu.... dan masih banyak lagi candi-candi di tempat terpencil yg tersebar di seluruh pelosok negeri yg kurang terawat bahkan berjejeran dengan rumah penduduk yang mungkin tiap pagi atau sore dijadikan tempat tongkrongan...
Posted by: fiand | April 24, 2006 at 11:48 PM
kapan nih mba angel, ke Banjarmasin, dan jg melihat-lihat daerah tempat wisata di Banjarmasin dan jg Kalimantan Selatan ?
Thanks
Ari
Posted by: ari | April 24, 2006 at 11:31 PM
Hi, mbak Angie
Moga2 komen saya ini dimuat yang pertama he he...Door duis ternis tot licht ayo apa artinya he he..Kalo witing tresno soko kulino ?
Di Bincang Bintang (RCTI) 21/04 kemarin mbak Angie kok selalu menggendong2 boneka orang utan ? Apakah kalo tidur juga suka dibawa2 he he..Kenapa bukan mas Adjie aja yang digendong2..berat yach he he...
Tapi saya yakin kalo nanti mbak Angie udah punya bayi pasti boneka orang utannya bakal dipensiun alias disimpan di dalam lemari bener khan ?
Di tabloid Wanita Indonesia kemarin mbak Angie khan lagi bikin fim dokumenter orang utan di Sumut nah apakah sudah selesai ? Kapan ditayangkan dan di stasiun TV mana ? Nanti SMS saya biar saya bela2in nonton deh he he...
Itu aja mbak Angie. Sorry kalo saya becanda melulu tapi nggak apa2 khan ? Tengs yach.
Aan P. Kindangen
Posted by: aan p kindangen | April 24, 2006 at 05:35 PM
dieng itu di banjarnegara atau wonosobo sih? dieng itu dingin, kan? asyik loh buat pacaran.
Posted by: sahrudin | April 24, 2006 at 04:55 PM
Mbak Angie, kalau ada waktu kunjungin page ini yah: http://sdhammasiri.blogspot.com/2006/04/nasib-orangutan.html yang ini saja dan tidak usah yang lain, soalnya saya tahu pasti Mbak Angie sibuk dan tidak suka disibukkan
Posted by: Samanera Dhammasiri | April 24, 2006 at 02:14 PM