Kasih Ibu Orangutan
Inilah satu
pelajaran “berarti” yang saya ambil dari perjalanan pembuatan film dokumentasi
orangutan di Sumatera beberapa pekan yang lalu. Dimulai dari Bahorok (Pusat
Rehabilitasi Orangutan) Sumatera Utara sampai ke Ketambe (Pusat Penelitian
Orangutan) Aceh Tenggara, satu hal yang saya temui dan saya sangat kagumi dari
orangutan : The Caring & Loving
Motherhood Sensitivity. Luar biasa seekor orangutan betina dengan penuh kesetiaan
dan penuh pengabdian mengurusi bayi orangutan mulai dari memberi makan,
mengajarkan cara untuk membuat rumah orangutan sampai melindungi bayi ini dari
ancaman-ancaman yang mungkin sewaktu-waktu dapat menyerang kehidupan bayi
orangutan ini.
Sifat keibuan dari orangutan betina patut menjadi contoh untuk para perempuan di seluruh dunia. Dengan penuh kesabaran seorang Ibu orangutan akan mengurusi, melindungi, memberikan kasih sayang dan perhatian selama 7-8 tahun pada satu bayi orangutan. Selama itu pula seekor bayi orangutan akan terus bergelendot dengan Ibunya. Sekali-kali bayi orangutan itu dituntun untuk dapat berjalan sendiri dan tidak jarang diajari cara bergelantung dari satu pohon ke pohon lain. Intinya selama 8 tahun notabene hanya ada kehidupan antara Ibu dan bayi orangutan. Tidak ada hal lain yang dilakukan oleh Ibu orangutan selain “menjagai” bayi orangutan. Seekor bayi orangutan mendapatkan perhatian penuh oleh ibunya selama beberapa waktu dan karena alaminya orangutan melahirkan sekali dalam 8 tahun, setelah satu ekor orangutan sudah mampu untuk dapat hidup sendiri dihutan, maka Ibu orangutan akan melepas bayi tersebut dan kemudian dapat mencari kembali pasangannya untuk nantinya melahirkan kembali.
Oleh karena
alasan diataslah apabila kita melihat ada bayi-bayi orangutan yang dikurung
atau dikerangkeng bahkan ada pula yang diperdagangkan, itu berarti untuk
mendapatkan bayi tersebut haruslah membunuh Ibunya. Dan andaikan bayi-bayi itu
bisa berbicara … menangis … atau bahkan berteriak … layaknya bayi manusia, mereka
sangat kehilangan Ibunya dan kasih sayang Ibunya. Sering saya melihat mata bayi
orangutan yang berkaca-kaca … Dan saya yakin bahwa mereka sangat sedih, mungkin
karena melihat Ibunya ditembak atau menyaksikan Ibunya terbakar karena
kebakaran hutan atau karena melihat Ibunya disiksa. Dan mereka hanya bisa diam
… Membisu … Tanpa kata-kata … namun hati mereka sama seperti hati manusia,
mereka punya “rasa”, dan ketika mereka diambil dari yang mereka cintai … andaikan
mereka bisa berkata …
Tidak ada manusia yang ingin dipisahkan dari yang dicintainya … Begitupun orangutan. Untuk itu … kembalikan orangutan ke habitatnya dimana mereka bisa berkumpul bersama dengan sesama orangutan yang mereka cintai. Jangan pisahkan bayi orangutan dari kasih sayang Ibu orangutan dan biarlah mereka hidup bebas ditempat dimana mereka hidup : REPUBLIK ORANGUTAN.
Salut untuk semua Ibu Orangutan, mereka adalah contoh seorang Ibu sejati.
Jayalah Republik Orangutan
Angelina Sondakh
Salut buat Mba Angie, saya punya satu ekor orang utan jantan yg ingin sy serahkan untuk dilestarikan, kemana sy harus kontak?saya pernah menghubungi taman safari tapi tidak ada Respon jadi saya mohon informasinya mba kemana saya harus menyerahkan orang utan saya ( kalo ada saya mohon di email ya alamat tempat pelestariaannya kalo ada no telpnya,) Thanks mba
Posted by: Yudi | September 05, 2007 at 11:01 PM
salam kenal u mba anggi..
mba kan punya yayasan tentang orangutan kan. namanya CPOI ya??wkt itu sy tertarik u ikut didalamnya..cm wkt saya sms, balasannya tunggu aja mba ntar dihubungi lagi.eh ampe sekrang belum ada yang hubungi saya lagi mba. masih ada kan mba CPOInya??CPOI buka ga untuk proyek. saya lagi nyari proyek orangutan nii mba, untuk buat skripsi..
trims alot yaaa
Posted by: astrida | July 31, 2007 at 02:14 PM
Dear Angie,
Sy punya dua ekor orang utan yg ingin sy serahkan untuk dilestarikan, kemana sy harus kontak? atau hub sy di 081320559668, Terima Kasih
Posted by: Alice Budiman | April 12, 2007 at 04:02 PM
Semakin banyak selebritis yang mencintai flora/fauna, akan membantu membuka mata masyarakat untuk ikut peduli terhadap Alam. Semoga langkah mbak Anggie bisa menjadi contoh bagi para selebritis lainnya. Salam Lestari dan sukses selalu.
Posted by: Stefanus Teguh Santosa | June 08, 2006 at 07:48 AM
Angelina, I pay attention to your blogs. It is informative which sometimes inspiring me to create a fruitful blog like yours.
I wish to understand you more. Environmental related discussion will be part of my daily activities.
Happy Tarumadevyanto
NGO Forestry Sector Partnership specialist
Forest Law Enforcement and Governance Trade (FLEGT)
Manggala Wanabhakti Jakarta
Posted by: Happy Tarumadevyanto | May 25, 2006 at 08:48 AM
Hallo...mba angie,
Saya senang sekali baca pengalaman mba angie yang dimuat disini.Dan saya sangat salut dengan berbagai kegiatan yang mba angie lakukan.Dan saya mulai kagum dengan berbagai aktifitas yang mba lakukan.Menurut saya inilah peran dari "mantan putri indonesia" yang sesungguhnya.Karena biasanya para mantan PI itu selalu terjun kedunia selebritis.Dan kebanyakan mereka udah lupa dengan predikatnya sebagai mantan PI
serta nggak peduli lagi dengan kegiatan sosial.Apalagi kalo udah main sinetron,iklan dan berbagai kegiatan yang bersifat komersil.Mereka udah lupa dengan statusnya yang mantan PI.Alhasil,mereka udah ngga peduli lagi dengan cara hidup,pergaulan apalagi kegiatan yang tidak komersil.Tapi saya salut dan acungkan jempol buat mba angie,karena meskipun udah pensiun dari predikat PI,tapi tetap tidak mau pensiun dari tugasnya sebagai mantan PI.Apa yang mba angie lakukan sudah membawa dampak yang positif dan semoga bisa ditiru oleh sebagian para mantan PI.Supaya mereka tetap berkiprah untuk menjadi duta-duta indonesia bukan hanya selama setahun saja saat menjabat PI.Tapi meskipun udah "turun tahta sebagai PI" tapi mereka tetap mau menjadi putri indonesia yang berprestasi lewat kiprahnya yang bisa dirasakan oleh masyarakat indonesia.Bukannya begitu selesai masa tugasnya sebagai PI maka selesai juga kegiatannya untuk menjadi berkat.MAJU TERUS MBA ANGIE....JADILAH BERKAT DAN TELADAN YANG BAIK BUAT INDONESIA LEWAT KEGIATAN YANG POSITIF DAN MEMBAWA DAMPAK BAGI MASYARAKAT LUAS.DOA SAYA MENYERTAI....GOD BLESS YOU....
CHRYSTINA-HONGKONG
Posted by: chrystina | May 17, 2006 at 04:20 PM
Orangutan perlu sekali untuk dilindungi, karena dengan melindungi orangutan kita menjaga kelestarian hutan itu sendiri. Dan hutan itu jug a perlu untuk menjaga eksistensi dari keberlanjutan hidup manusia.
Maju terus Mba Angel
JaneTarzan
Posted by: JaneTarzan | May 15, 2006 at 01:21 PM
Salut buat kamu ya,,,yang tetap eksis untuk orang utan. Semoga rekan-rekan muda seperti saya bisa mengikuti langkahmu untuk melakukan sesuatu yang berarti untuk yang lain.
God Bless You and do the best
Regards
Tetti Napitupulu
Posted by: NAPITUPULU Tetti | May 09, 2006 at 04:03 PM
Hi, mbak Angie
Di Sindo kemarin 06/05 ada berita tentang mbak Angie. Berarti bener khan prediksi saya kalo mbak Angie mau merit tahun ini he he...Selamat yach ! Eh tapi kalo nanti merit jangan lupa undang saya yach he he..Alamat saya tanya sama mbak Fresca OK.
Soal beda agama, saya usul gimana kalo menikahnya di Singapura atau Australia aja ? Di sana beda agama nggak jadi masalah khan ?
Kita ambil contoh aja ada selebritis yang seagama bahkan menikahnya di Mekkah dan di hadapan Kabah ternyata cerai juga bener khan ?
Itu aja. Tengs yach.
Aan P. Kindangen
Posted by: aan p. kindangen | May 07, 2006 at 11:47 AM
Hi, mbak Angie
Moga2 komen saya ini dimuat yang pertama lagi he he..
Saya mau tanya apakah orang utan itu termasuk binatang buas ? Apakah mbak Angie tidak takut kalo ketemu dengan orang utan kok malah digendong2 ?
Bagaimana kalo ketemu sama orang utan jantan atau gorila he he...
Orang utan itu sebentar lagi bakal punah selain karena banyak diburu manusia juga karena pada pindah ke kota (urbanisasi) bener khan he he...
Oh yach, mas Adjie itu khan hobi banget main dan nonton bola trus kalo nggak salah punya Adjie Massaid Futsal Clinic bener khan ? Nah mbak Angie sendiri suka nonton bola nggak ?
Itu aja dulu. Tengs yach.
nb : No HP mbak Angie berapa ?
Aan P. Kindangen
Posted by: aan p. kindangen | May 05, 2006 at 05:29 PM
Saya senang sekali masih ada orang yang peduli pada nasib orang utan di luar sana...
Terkadang saya sedih melihat orang utan di kebun binantang. Mereka seperti sangat tergantung pada manusia (pawang orang utan). Kenapa yah hal tersebut bisa terjadi?
Di atas segalanya, saya tetap salut atas peran serta aktivis orang utan yang turut serta melestarikan orang utan.
Posted by: Marisa T | May 05, 2006 at 11:37 AM