« Kasih Ibu Orangutan | Main | Kompetisi Futsal Antar Sekolah Dasar »

May 08, 2006

Selamat Hari Kartini

Seminar_perempuan_indonesia_3Hari Kartini tahun ini betul-betul diwarnai dengan berbagai seminar, dimana saya dari tanggal 20 April sudah mengisi seminar-seminar yang bertemakan Kartini. Seperti Seminar Kartini di Musium Nasional, Dialog Perjuangan Kartini, Bakti Sosial Pemeriksaaan Kesehatan Gratis dengan Perempuan Demokrat di Serang dan acara Kartini yang lain.

Tapi intinya, bagaimana konsep daripada Kartini dan emansipasi itu tetap ada dalam koridor, bahwa kita sebagai perempuan tidak ingin melebihi daripada laki-laki dan ketika kita berkomitmen untuk hidup dalam keluarga, maka ada fungsi-fungsi Ibu dan Istri yang harus dilakukan. Yang sangat tidak terlupakan pada hari Kartini ini adalah Kunjungan dengan Partai saya “Perempuan Demokrat Republik Indonesia” ke wilayah Serang (Banten). Disana ada berbagai aktivitas, seperti : Pemberian Kesehatan Gratis dan saya melihat, bahwa memang kesehatan perempuan itu menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika perempuan dianggap sebagai pembentuk karakter anak, dalam hal ini pembentuk karakter wanita juga, sehingga tidak hanya tingkat pendidikan perempuan saja yang harus dinaikkan tetapi juga tingkat kesehatannya.

Sdn_panancangan_5_1Kemudian, melihat sekolah-sekolah yang rubuh, melihat anak-anak yang putus sekolah ini yang menjadi satu pemikiran dan menjadi satu konsen saya dan menjadi satu pemilihan yang berarti di hari Kartini. Disini saya melihat bahwa siapa lagi yang akan membangun bangsa kita kecuali anak-anak? Dan untuknya harus terus diperjuangkan nasib daripada anak-anak terutama perempuan.

Mungkin kesan yang juga luar biasa adalah bahwa keterlibatan di dalam politik maupun di dalam sosial budaya ataupun bisnis, bukan berarti semua permasalahan perempuan selesai, buktinya walaupun ada peningkatan-peningkatan siknifikan di dalam politik ataupun pemerintah dengan keterlibatan perempuan, walaupun itu belum cukup tapi angka kekerasan dalam berumahtangga tetap saja terjadi, sehingga kekerasan dalam berumahtangga ini memang perlu di kelompokkan atau di segmentasikan, mungkin ke dalam tiga bagian, artinya bagaimana sosialisasi kekerasan dalam berumahtangga di level perempuan yang mempunyai high income itu beda dengan perempuan yang mempunyai masalah ekonomi, memang ini yang harus menjadi konsep kita bersama mungkin untuk high class, professional atau executive. Bagaimana perempuan-perempuan ini bisa diskusi bersama, curhat bersama untuk mendiskusikan hal-hal yang terjadi di dalam berumahtangga.

Bakti_sosial_2Dikelompok menengahpun demikian, namun mungkin lebih diarahkan pendidikan dan begitu pula dengan kelompok yang dialami kesulitan ekonomi. Mungkin hari Kartini tahun 2006 ini membawakan saya menjadi lebih sadar, bahwa pada akhirnya perempuan tidak harus meninggalkan pekerjaan domestiknya, namun tetap bisa berkarya dan berpartisipasi, disini kita memerlukan figur laki-laki yang juga mempunyai perspektif gender dan bisa mengganggap bahwa perempuan bukan saingannya, perempuan bukan figur yang akan mendominasi tetapi perempuan adalah mitra yang kalau dalam hubungannya dapat harmonis, sinerjik dan berpengertian, maka fungsi-fungsi daripada unit terkecil yaitu “Keluarga”, ini bisa diselaraskan dan akhirnya kita membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Selamat Hari Kartini

AS

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://www.typepad.com/services/trackback/6a00d834518cd869e200d8345ff5f669e2

Listed below are links to weblogs that reference Selamat Hari Kartini:

Comments

salut aja buat Angie

Sebelumnya kami mohon maaf bila komentar pertama kurang berkenan dihati ( disensor ya ? ), maklum rakyat biasa alias ndeso dan udik. Kami juga prihatin atas aset daerah specially kain batik.

Angkat topi untuk menjadikan batik sebagai "benar-benar" menjadi aset bangsa. Kalau boleh tahu berapa persen dari keseluruhan model batik yang melayang keluar menjadi milik negara lain ? apakah mungkin ditarik kembali ? Ngomong-Ngomong Batik dan Orangutan ada persamaan, yaitu dominan warna coklat ....ha...ha...ha
Salam

salut sama mba'! disela2 kesibukan masih sempet nge-blog. dan setuju banget klo segala sesuatu itu kuncinya adalah KOMUNIKASI. semangat terus yah..

Angie,,,harapan saya hanya satu,,,perempuan2 Indonesia bisa menghargai dirinya sendiri.

Ibu Angelina,

Saya banyak mengamati bahwa wanita Indonesia kita telah tersusupi dengan modernitas dan kebebasan yang melampaui batas. Mungkin ibu juga bisa merasakan hal tersebut, dimana sekarang wanita kurang bisa menempatkan dan memposisikan dirinya. Padahal wanita itu adalah benteng pertahanan yang dihandalkan untuk menghasilkan pribadi-pribadi yang tangguh, kayaknya semua itu telah terdegradasi seiring dengan kemajuan zaman dan waktu yang membuat kita tidak sadarkan diri terkadang. Ibu, tidak sedikit kita dapati disurat kabar, majalah ataupun tabloid bahwa ada wanita-wanita yang berselingkuh dari suaminya, tidak peduli terhadap keluarganya, terlalu sibuk dengan urusannya. Ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, yang ada hanyalah penyesalan dan sesal itu tentunya tidak akan membuat apa yang telah terjadi itu akan bisa tergantikan. Ibu yang saya hormati, rasanya setiap tahun kita memperingati hari Kartini namun semangat dan cita-cita yang beliau ajarkan belumlah menancap dan tertanam didada setiap wanita Indonesia. Rasanya ini menjadi sebagian tugas dari ibu yang lebih dikenal dimasyarakat walaupun seharusnya kita semua menyadari akan hal ini.
Ibu tetaplah terbang dan mengepakkan sayap-sayapmu, jangan pernah sekalipun berhenti untuk berjuang karena banyak orang yang menaruh harapan padamu. Selamat bertugas Ibu Angie.

Reno Afrian

Kapan anggaran pendidikan 20% dari APBN?

Mbak Anggie,

Sering-sering turun ke lapangan, terutama untuk meneliti masalah yg amat sangat mendesak, kayak sekolah2 yg hampir rubuh itu lho......., jangan sampai mandek di hasil laporan saja.

angie....
tdk ada sedikit pun niat mengguruimu. tapi mungkin ada baiknya kamu simak kata2 saya ini:

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau
dunia menjadi lebih baik.
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau
seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan
saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian
untuk melepaskannya...

bagaimanapun... saya ingin melihat kamu bersama dg adjie... u know what i mean? together in a happily-everafter-marriage...

God bless u

Verify your Comment

Previewing your Comment

This is only a preview. Your comment has not yet been posted.

Working...
Your comment could not be posted. Error type:
Your comment has been saved. Comments are moderated and will not appear until approved by the author. Post another comment

The letters and numbers you entered did not match the image. Please try again.

As a final step before posting your comment, enter the letters and numbers you see in the image below. This prevents automated programs from posting comments.

Having trouble reading this image? View an alternate.

Working...

Post a comment

Comments are moderated, and will not appear until the author has approved them.