(Pemulangan Orangutan ke Indonesia 22 Nov 2006)
Binatang…..
Sejak
kecil saya sudah menyukai binatang. Buat saya mereka tidak hanya sekedar hewan
yang hanya diberi makanan, minuman dan diberikan kandang selesai !!
Bukan
hanya itu yang mereka butuhkan, tapi lebih dari itu . Tidak jarang saya sering
mengajak mereka bicara ataupun bercanda selayaknya teman, hanya untuk
memberikan perhatian dan itu membuat saya juga merasa terhibur dan penghilang
stress ditengah padatnya kesibukan saya. Buat saya mereka juga bisa memberikan
pelajaran tentang arti kasih sayang.
Hubungan
timbal balik yang saya rasakan selama ini dengan hewan-hewan peliharaan saya
membuat saya merasa lebih hidup atau dalam bahasa iklan bikin hidup lebih hidup.
Orangutan…….
Keterlibatan
saya sebagai Duta Orangutan membuat saya merasa berkewajiban untuk turut serta
menjaga kelestarian hewan tersebut.
Ancaman
kepunahan orangutan yang populasinya
semakin lama semakin langka membuat saya ikut miris melihat kondisi yang ada sekarang
ini.
Kehilangan
habitat bagi orangutan adalah merupakan ancaman terbesar yang dihadapi binatang
tersebut.
Orangutan
adalah umbrella species for rainforest
conservation. Ia membutuhkan rumah (hutan) yang besar untuk mempertahankan
populasinya.
Buat
saya menyelamatkan orangutan berarti secara langsung melakukan konservasi
beragam tanaman dan satwa lainnya.
Pulang
ke rumah……..
Ditengah
semakin langkanya populasi orangutan pada saat ini, penyerahan puluhan
orangutan asli
Kalimantan yang berada di Thailand selama 3 th, buat saya merupakan mata air
di padang pasir…..
Sangat
lega dan bahagia mungkin yang paling tepat penggambaran perasaan saya.
Bukan
hal yang gampang untuk bisa memulangkan mereka ke habitat semula. Memerlukan
waktu dan proses yang panjang. Itu semua tidak luput dari campur tangan pihak
Dephut, Deplu, KBRI, serta LSM lokal maupun internasional.
Halim
Perdanakusuma pukul 09.15 WIB primata itu datang dengan pesawat Hercules. Penyerahan
puluhan orangutan itu dihadiri ratusan orang mulai dari Ibu Ani Yudhoyono, saya, Dephut, LSM Borneo
Orangutan Survival, Taman Safari Indonesia, Kedutaan Besar Thailand dan LSM
Suara Hijau.
Pukul
13.00 WIB mereka diterbangkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk
diserahkan di Pusat Konservasi Orangutan Nyaru Menteng.
Sesuai
dengan peraturan, maka para orangutan lebih dahulu melalui proses karantina
satwa yang memakan waktu selama 33 hari.Kesehatan mereka akan di cek ulang
kembali, apakah telah bebas dari penyakit hepatitis (A,B dan C ), TBC, HIV dan
infeksi parasit.
Untuk
alasan kesehatan memang kita tidak diperkenankan secara langsung untuk melihat
primata tersebut.
Perjalanan
primata itu belum selesai. Pemulangan mereka ke Indonesia bukanlah kebebasan yang sesungguhnya. Baru
langkah awal, yang seterusnya adalah memperjuangkan lancarnya proses
rehabilitasi mereka.
Bukan
hanya tugas pemerintah saja untuk memerdekakan
mereka dalam arti yang sesungguhnya, tapi perlu dukungan semua pihak untuk membantu mencari lokasi atau tempat
pelestarian bagi primata ini.
Keseimbangan……
Alam
merupakan anugerah Tuhan. Betapa hidup kita tidak berarti apa-apa jika kita tidak ikut campur untuk menjaga anugerah
itu.
Sekecil
apapun keterlibatan kita akan sangat berarti untuk kelangsungan hidup
selanjutnya. Perjuangan ini belum selesai, justru yang paling berat akan
dimulai. Mari kita selamatkan hutan-hutan yang ada, terutama Kalimantan dan Sumatera. Saya yakin dengan kita
menjaga keseimbangan alam, bisa memperkecil bencana yang bertubi-tubi seperti
saat ini.
Melalui
tangan-tangan kecil kita, saya rasa itu merupakan wujud syukur kita kepada
Tuhan semesta alam…..
AS