Rasanya memang saya harus berbagi ‘kebenaran’ mengenai hubungan saya dengan mas Adjie Massaid. Ini semua karena isu – isu yang berkembang sudah sangat melebar dan cenderung ‘provokatif’. Memang saya dan mas Adjie sedang melakukan pengkajian dan evaluasi mengenai ‘kualitas cinta’ kita, karena untuk mengarah pada suatu keputusan untuk bersama selamanya perlu ada pertimbangan yang matang mengenai apa tujuan hidup bersama. Cinta semata bagi saya tidak akan cukup untuk mengarungi kehidupan rumah tangga, perlu ada persediaan toleransi, pengertian, kesabaran dan KASIH. Selain itu juga harus ada tujuan yang sama dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.
Dengan alasan diatas maka saya dan mas Adjie benar – benar harus mengambil jarak untuk bisa menganalisa secara objektif. Dan ‘masa tenang’ ini benar – benar kita pergunakan untuk konsolidasi kalbu agar supaya ada kemakmuran batin dan kesejahteraan jiwa. Mudah – mudahan semua ini bisa berakhir dengan baik dan happy ending.
Salam Manis
AS

Bisa info nikah beda agama di Hong Kong,ada yg bisa bantu pls info
Posted by: sam | November 07, 2008 at 02:39 PM
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dia akan diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."
(Matius 5:13)
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh didalam pencobaan roh memang penurut, tetapi daging lemah."
(Markus 14:38)
"Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan."
(Lukas 11:35)
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(Matius 5:16)
Posted by: Jane, California USA | October 16, 2008 at 06:19 PM
cinta emang butuh pengorbanan mbak.
Kalo hati mbak mengatakan iya, kenapa tidak. Tapi kita perlu belajar sesuatu yang baru, yang sama sekali tidak pernah kita knal sebelumnya dengan orang yang tepat. ok
Posted by: ari | September 05, 2008 at 05:51 PM
All the best for you. Ah, sy ga komen ma yg satu ini. Sy cm mo say hai aja (you might not remember me, I used to share a flat with your brother Franky and Hezka, Bang Jimmy, Poppy dll on the Gold Coast - Australia ... ). Ga mo numpang tenar jg seh, malu lagi da toku ... lol. Btw, Alfred Tenny kmna yah skrg, he was my ex .. he2. Okeh, lam wat smua ...
Posted by: Dini D | August 21, 2008 at 11:04 PM
Tolong mba tidak usah dipublish posting2 yang rasis, bisa jadi perang agama disini....ikuti kata hati aja mba jangan dibaca. terserah....
Posted by: Obe | August 20, 2008 at 10:07 PM
hi angie, mungkin agak telat kasih comentnya...seandainya kamu memang mencintai Adji gpp tapi jangan berpaling dari Jesus, dia mengasihimu.....sebagia saudaramu kami sangat sedih mendengar bila angie meninggalkan Jesus demi cinta
Posted by: rere | August 20, 2008 at 09:31 AM
Halo KK Angie yg cantik,
Bersyukurlah atas sgala berkat terutama 3B yg kk trima.
Kak, dari hati terdalam kalau boleh saya disini menulis, saya sedih sekali membaca dari media kalo kk Angie mulai mempelajari agama lain. Apa kk mencoba menawar kasihNya ???
Kak Angie, jgn pernah lupakan ribuan luka2 Tuhan Yesus kita.
Kita org sudah diperingatkan kalau dunia ini jahat, dunia membenci kita.
Tidak apa2 kak, kalau kk kehilangan pacar yg super cakep n baik, uang ratusan juta, posisi kerja di partai, ... SMUA itu tidak sebanding dgn kasih Yesus. DIA sudah mengorbankan hidupnya untuk kita kak. Apa kk tidak kasihan ???
Banyak doa kak! bukan mempelajari agama lain.
GBU ALWAYZ
Posted by: Martina | August 20, 2008 at 01:34 AM
Mbak Angelina
ada orang berujar bahwa jodoh itu ditangan Tuhan, benarkah pernyataan ini 100% tepat, sebab kenyataannya jodoh juga ditangan kita. Sebagai manusia kita diberikan kemampuan mental untuk memilah dan memilih siapa yang kelak akan menjadi suami/istri kita. Pertimbangan akal penting, tapi karena cinta bukan sekedar urusan hati, maka pertimbangan iman tetaplah penting juga. Pernikahan juga harus melibatkan Tuhan di dalamnya. Potensi konflik dan kebingungan orientasi iman akan dialami oleh anak-anak yang lahir dari perkawinan campur. Maka perlu dikomunikasikan dengan sebaik-baiknya, namun juga perlu didoakan juga. Semoga anda dikarunia hati yang jernih, dan semoga menemukan kebahagiaan kelak bersama pendamping yang telah anda pilih dan doakan.
Posted by: Anil Dawan | June 27, 2008 at 03:32 PM
tuhan memberkatimu,dalam segala jalan-jalanmu.
Posted by: MASNIATI | March 27, 2008 at 10:14 AM
Mbak Angie yang baik.....
Aku salut dengan Mbak Angie yang smart. Semoga bisa menjadi guru yang baik bagi wanita-wanita Indonesia, bahwa wanita itu harus mandiri, harus bisa menjadi tiang yang kokok dan kuat.
Mbak Angie,
Keputusan untuk melihat kembali hubungan Mbak Angie dengan Mas Adji adalah hal yang sangat luar biasa, jarang ada sepasang kekasih bisa melakukan hal tsb. Apalagi saling mencintai, biasanya sulit dipisahkan dan apapun risikonya tidak dipikirkan matang-matang, ujungnya adalah penyesalan karena terlalu menomorsatukan nafsu ingin selalu bersama dan ingin saling memiliki.
Mbak,
Maaf, perbedaan keyakinan adalah hal yang sangat fundamental, dari lahir sampai sebesar ini kita di doktrin dengan ritual yang sama, iman yang sama, pastinya akan sulit-sulit sekali berubah kecuali bila kita benar-benar ikhlas menerima bahwa Tuhan telah menggariskan hidup kita berubah. Toh tujuan kita semua sama kepada Tuhan yang satu. Tapi caranya saja yang berbeda. Ini bukan urusan siapa yang menang, siapa yang paling cinta, bukan itu, tapi tujuannya adalah agar sepasang suami istri bisa saling seiring sejalan.
Mbak, aku pun mengalami hal tsb. Suamiku dulu tidak seiman, tapi aku sama sekali tidak pernah meminta apalagi memaksa dia untuk mengikuti keyakinanku. Enam tahun aku pacaran sampai akhirnya jenuh sendiri karena sepertinya hubungan ini tidak berujung. Akhirnya dengan segala cinta yang ada, aku memilih untuk mundur dan dengan segala cinta yang besar pula aku meminta dia mencari teman hidup yang seiman yang bisa membuat dia bahagia dan aku akan sangat bahagia juga. Aku seorang muslimah dan rupanya Allah sudah berkehendak, dengan segala keikhlasan dia mau kita selalu bersama sampai maut memisahkan. Dia berikrar syahadat dan menjadi mualaf. Tapi sampai detik ini, empat tahun berumah tangga, aku sama sekali tidak pernah meminta dia shalat atau mengaji, bukannya aku tidak bertanggung jawab tapi aku tidak mau memaksa dia. Satu tahun terakhir dia mulai berpuasa di bulan Ramadhan walaupun hanya hari Sabtu & Minggu saja, dia mulai meminta saya memasukan anak kita ke sekolah Islam dengan alasan orang tuanya tidak bisa mengajarkan agama biar gurunya saja. Padahal dulu dia sangat keras menentang dan menginginkan anak kita disekolahkan di sekolah Katolik dan di baptis.
Mbak....
Sungguh tanpa maksud apa-apa, aku hanya menyampaikan pengalamanku dan kebetulan aku terlahir menjadi seorang muslimah. Jadi pikirkan kembali hubungan dengan Mas Adjie, jangan ada keterpaksaan tapi harus dengan keikhlasan agar tidak ada yang disakiti atau tersakiti. Semua jalani dengan cinta dan kasih yang besar, saya yakin Tuhan akan memberikan jalan.
Mbak Angie yang cantik,
Saya berdoa, semoga Mbak Angie diberikan ketetapan hati dan dimudahkan jalan dalam setiap kesulitan. Amien. Tuhan memberkati.
Posted by: Sri | March 25, 2008 at 03:08 PM
Waw urusan yang satu ini emang selalu melahirkan banyak kontoversi dalam hidup kita, aku share dikit aja. angie back to basic aja and never compomise ama hal ini. pasti saat kita berserah Lord JC akan turun tangan.Gbu maju terus dalam Tuhan ang Keep on fire.
Posted by: yafet | February 24, 2008 at 06:52 PM
Hi Angie,
Saya juga mengalami hal yang sama. And I'm kind of surrounding by this kind of situation since the day I was birth. Well, what can say. It's kind of hard situation as Indonesian citizen.
Kalau tida salah pernah ada yang mengatakan, segala sesuatu-nya akan indah pada waktu-nya.
So, let's share. God Bless Us.
Posted by: Ladung | February 19, 2008 at 10:00 AM
Saya adalah seorang wanita yang selalu mencoba untuk berpikir secara materialis (filsafat materialis, bukan uang /harta benda). Buat saya agama adalah masuk dalam wilayah dunia ide, dimana agama adalah merupakan kebutuhan spiritual (ide) bagi mereka yang membutuhkan jalan hidup. Bagi mereka yang memilih sebuah "ide" atau paham tertentu, maka ia telah memilih agamanya. Apapun resikonya, dia harus konsisten tetap berpegang pada ide yang telah dia pilih.
Bagi saya, pemikiran mba angie untuk mengutamakan cita-cita atau tujuan hidup bersama adalah tepat. Kalian harus mempunyai tujuan hidup yang sama. Dan harus bisa saling mensupport.
Kita tidak hanya hidup untuk sekolah, makan, menikah dan mati. Ada banyak hal yang harus kita perjuangkan. Karena banyak orang (buruh, petani, tukang becak) yang membuat kita tetap ada. Karena mereka kita tetap bisa berpakaian, makan dan minum. Jangan lupakan itu. Sungguh egois mereka yang memperjuangkan cinta pribadi mereka tapi melupakan cinta kasih yang telah orang-orang 'kecil' berikan kepada kita.
Kalau memang kalian benar-benar saling mencintai, cintailah juga orang-orang yang telah membuat kalian tetap hidup (buruh, petani, tukang becak dll). Dan jadikanlah cinta kalian sebagai penolong bagi mereka yang lemah. Jika kalian punya satu cita-cita atau tujuan hidup yang sama dalam memperjuangkan hak-hak orang-orang yang tertindas, insya Allah, Cinta dan kasih sayang selalu menyertai rumah tangga kalian.
alexandra kollontai...
Posted by: alexandra kollontai | February 18, 2008 at 07:41 PM
Dear Mbak Anggie
Saya baru hari ini membaca diary Mbak , saya tidak tahu sampai hari ini bagaimana kelanjutan hubungan Mbak dengan Mas Adjie, sebagai saudara seiman saya hanya berharap semoga kenyaakinan Mbak tidak berubah . Banyak umat Kristiani yang berubah kenyakinan hanya karena menikah dengan publik figure , meskipun alasan mereka adalah " kemauan sendiri "
Saya percaya Mbak dapat mempertimbangkan yang terbaik
Inge
Posted by: | February 08, 2008 at 04:29 PM
Ketika membaca postingan ini (yang sudah cukup lama), saya tak mampu untuk tak berkomentar meskipun mungkin terlambat. Maafkan kalau saya terlalu berterus terang. Saya tidak kenal Mbak dan Mas Adjie. Namun tampaknya kalian bisa jadi pasangan yg hebat. Saya yakin mbak adalah orang yang cerdas, yang mengedepankan logika, dan berpikir ilmiah. Kami, umat Islam tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang sudah beragama. Mbak tolong, pelajari Islam dari sumber yang benar dengan pemikiran yang terbuka. Lupakan dulu doktrinasi yang pernah anda terima tentang Islam. Karena gelas yang penuh jika diisi lagi maka ia akan menumpahkan isinya. Jadi kosongkan gelas anda dahulu. Bukankah begitu cara kita mempelajari sesuatu yang baru??? Selanjutnya terserah kata hati anda.
Saat ini mungkin hidayah sedang berada di teras rumah anda..
Posted by: diana | September 04, 2007 at 09:22 PM
Coba Selami kebenaran islam ... jgn menutup mata dan mengikuti fanatisme yg belum tentu benar..setelah yakin..baru putuskan
Posted by: Erwin | August 27, 2007 at 04:10 PM
Dear Mbak Angie,
Jangan sedih lagi yah Mbak Angie :) ingat mbak adalah wakil dari sebagian besar rakyat Indonesia, fokuslah kepada tugas yang dibebankan kepada Mbak, oh ya jangan lupa untuk selalu berdoa, serahkan semua masalah Mbak Angie ke tangganNya, yakinlah The Lord JC pasti akan memberikan seorang pria tampan dan takut akan Tuhan dan yang pasti terbaik buat Mbak, keep ur spirit....
GBU
salam
Erwin
Posted by: Erwin Niwattana | August 08, 2007 at 03:57 PM
Hallo AS,
Cinta kenapa dipersulit sih? Banyak wanita yang masih jomblo dan pengen banget nikah atau merit, jadi mbak angie gak perlu membuat hubungan dg ajie jadi ribet gitu, udah buruan aja kawin! masalah itu urusan belakangan aja, lagipula masalah tidak akan ada habisnya,selalu ada sepanjang hidup manusia yang penting ada niat baik dan punya tujuan yang sama dan saling menyayangi udah beres kan?!salam!
Posted by: charlotte | July 31, 2007 at 04:18 PM
hi mbak angie...
enggan rasanya klo terlalu ikut campur dalam hubngan privacy mba..Tp ntah kenapa, naluri saya menmberontak jika saya harus berdiam diri. Mba, aku percaya bhwa mba bukan merupakan pribadi yang gampang luluh atas prinsip hidup. Mba.., cobalah telusuri lagi, apa iya rasa cinta yang mba miliki sudah menyatu dengan kehendakNya.. Mba, ga ada yang mampu mmbayar kodrat iman seseorang, bahkan RASA sekalipun . Carilah perbedaan antara logika dan cinta.. Dengan berpaling dariNya, itu artinya mba telah mengecewakan ribuan orang terkasih di sekitar mba, keluarga, sahabat , fans2, bahkan saya sekalipun . Mungkin mba ga pernah tau knpa saya begitu mengagumi sosok angelina sondakh. Mnjadi kebanggaan bagiku, manakala mba bisa survive sebagai minoritas dalam komunitas yang mayoritas.. Mba, sekali lagi.. masalah iman, GA ADA KOMPROMI, HARUS DIPERJUANGKAN !!! MESKI HARUS MENGORBANKAN ORANG TERSAYANG....God Bless U
Posted by: tina nova | July 31, 2007 at 10:32 AM
assalamualaikum as....
saya yanie from malaysia,i just want to say hello n salam perkenalan...harap u sudi berkenalan dgn saya....
ok..jumpa lgi ya..daaaaa....
Posted by: yanie | July 27, 2007 at 09:41 PM
saya sangat bersucikacita skali mendengar kabar "kevakuman" hubungan kakak dg Adjie. dan lebih bersukacita lagi kalo kalian berdua benar2 putus.ingat Firman Tuhan : terang dan gelap tidak dapat bersatu. bagaimanapun situasi dan kondisinya, Tuhan ga pernah mau kompromi dengan dosa,kak.udah itu aja kak.sorry kalo kakak marah tapi karena saya mengasihi kakak dan tidak rela kakak mendapat "soulmate" yang non Kristen.tenang aja kak Tuhan masih punya stok Adam kok.saya berdoa supaya kakak bisa mengerti kehendak/rancangan Tuhan.Tuhan berkati ya.
novi
Posted by: novi | July 17, 2007 at 02:45 PM
hmmm...
kira2 ada berapa ya orang Indonesia yang punya masalah sama dengan Mas Adjie & Mba Angie (cinta dalam agama yang berbeda)
Sharing dong...
Kali aja gw/temen2 ada yang sedang/akan mendapat masalah seperti ini..
Indonesia punya beberapa agama, tapi kok nikah dengan yang berbeda ga boleh ya? Pemerintah punya solusi baik ga yah??
Oiya.. mba Angienya ga pernah ngasih tanggapan ke comment temen2 disini yah??
~sorry I'm just curious
thanx anyway
Posted by: tomfreakz | June 30, 2007 at 11:44 AM
Mbak Angie, sesudah membaca komentar -komentar teman-temin di atas, dan menurut penilaian saya, sebaiknya Angie putus aja dengan mas Adjie.
Perbedaan agama dalam sebuah rumah tangga selalu membawa keretakan daripada kerukunan.
Bagaimanapun praktek hidup keagamaan (suami istri seiman) yg dilakukan bersama antara suami istri dan anak-anak justru mempersatukan dan membahagiakan.
Wasalam
jaime
Posted by: Jaime | June 01, 2007 at 10:56 AM
bagi pasangan berbeda agama serba sulit di tanah air ini. untuk menikah saja tidak bisa, dan harus jauh2 menikah ke luar negeri. angie, usulkan dong di dpr agar pernikahan antar agama itu bebas..itu kan bagian dari HAM.
Posted by: agga ayu | May 18, 2007 at 03:07 AM
Setiap kabar tentang perkawinan adalah momen yang sangat menggembirakan dan sekaligus menyenangkan. Seperti kata sastrawan Ernest Hemingway, “Kegembiraan kepada sebuah perkawinan orang lain adalah doa, dan kebahgiaan mereka turut dirasai oleh semua.”
Semoga Mbak Angie ketemui arti kebahgiaan dan ketenangan dalam hidup. And for the purpose of trailing our roots and for personal reason, I’d be very grateful if you could kindly let me know your handphone numbers and email address. Good luck to you, dear Angie. Makasih.
Posted by: Katherina | May 16, 2007 at 02:17 PM