Sebagai Duta Batik saya punya perhatian dan concern yang luar biasa akan batik dan bagaimana batik terus berkibar baik dalam negeri ataupun luar negeri.
Dalam kesempatan kunjungan kerja ke Belanda, saya berkesempatan untuk melihat fashion show batik yang diadakan pada Gala Dinner di Kurhaus dan di Pasar Malam Tong Tong. Ternyata sungguh mengagumkan bahwa Negeri Belanda sangat menyenangi Batik dan kebaya serta surprisingly mereka sangat antusias dengan Batik Indonesia.Saya rasa memang sudah saatnya kita bergandengan tangan untuk membuat Batik sebagai Brand International.


Hi, mbak Angie
Saya mau tanya Komisi X DPR sekarang bersama Mendiknas lagi menyusun RUU Perbukuan yach ?
Saya berharap buku paket/pelajaran itu tidak setiap tahun harus diganti toh isinya masih sama/itu2 juga yang beda cuma baju/covernya doang bener khan ?
Tengs yach.
Aan P.
Posted by: aan p | July 26, 2007 at 05:19 PM
Hi, mbak Angie
Saya cuma mau mengucapkan Met Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2007. Semoga anak2 Indonesia hidupnya lebih baik OK.
Aan P.
Posted by: aan p | July 22, 2007 at 11:10 AM
Ehm,...
Saya sangat setuju sekali bila menjadikan Batik sebagai Brand International. Meski masih jadi mahasiswa, tapi ku cinta mati deh ma batik, tapi yang corak muda gitu, coklat plus putih susu. Mampir dong mbak ke kota kelahiran saya di solo, yang adem ayem, ehehehe,...
Posted by: Triko Santoso | July 21, 2007 at 10:27 PM
setelah sekian lama aku mencari situs yang berhubungan dengan mba angie, akhirnya puji Tuhan aku berhasil sekarang. Kehadiran mba angie di bangsa ini adalah sebagai anugrah dalam hidupku. Gimana tidak, mba angie mampu menjadi smber inspirasi bagiku. Profesionalismemu yang tinggi menjadi batu loncatan bagi diriku untuk bisa menggapai cita-citaku. Lewat cetakan prestasi yang kamu bangun membuatku bangga sebagai perempuan....
Prinsip hidup yang selalu mba agungkan aku harap tidak pernah lekang...
Tidak ada yang perlu didewakan di dunia ini, bahkan orang2 terkasih sekalipun...!! kecuali hanya satu "prinsip"
Posted by: tina nova | July 19, 2007 at 11:58 AM
Mba Angie..
sebagai duta batik kami sangat mengharapkan partisipasi dan kehadiran mba di Pekan Batik International (PBI) di Kota Pekalongan tahun 2007 tanggal 1-5 september. Mohon diinfokan contact person mba.
kami tunggu konfirmasinya. Maturnuwun
Posted by: nawangwulan | July 16, 2007 at 04:05 AM
Mbak...it's been inspiring reading your blog..
Posted by: shinta | July 15, 2007 at 03:19 PM
Thanks to Angelina Sondakh..God Bless you..and we wellcome you on my city, yes its Jogjakarta.
Posted by: Javanesse | July 13, 2007 at 08:22 AM
mbak angie, aku link di blog saya yah. tq
btw, koq gak disediain shoutbox cih?
Posted by: eghy | July 12, 2007 at 02:22 AM
Mba Angie, patut dibanggakan kalau ternyata bangsa lain sangat mengagumi batik karya anak bangsa. Tapi bagaimana dengan sikap bangsa kita sendiri, apakah memang menghargai batik sebagai karya besar bangsa? Sedangkan di pihak lain, ada negara lain yang jelas-jelas berpromosi bahwa batik adalah hasil karya original bangsanya. Ditambah lagi, promosi yang mereka lakukan sangat luar biasa dan go international.
Bisa dibilang kita sangat tertinggal, dan concern kita terhadap Batik baru sampai pada tahap bahwa batik adalah baju nasional, belum sebagai karya besar bangsa yang patut dibanggakan.
Posted by: susan | July 11, 2007 at 10:55 PM
Betul sekali mbak, bahwa sebenarnya negara di dunia ini mengenal Indonesia bukan hanya karena Bali, Borobudur, tetapi juga Batik.
Posted by: Arif Wahyutoro | July 11, 2007 at 10:03 PM
Thanks banget buat mbak angel udah peduli sama batik, walau menurut saya nggak selamanya apresiasi harus selalu diukur dari kepedulian orang terlebih dahulu. Appresiasi bangsa kita terhadap batik juga tinggi koq. Bukti konkretnya adalah adanya "BATIK"
Posted by: Yusuf M. Hayes | July 06, 2007 at 07:02 AM
Bagaimana caranya supaya batik kembali ke Indonesia? Mungkin kita bisa mematenkan motif2nya.Begitu banyak pembuat batik yang berkualitas di Indonesia, kan bisa diusahan untuk mematenkannya. Miris rasanya melihat sesuatu dari negeri kita tapi bisa diakui oleh negara lain.
Apakah susah untuk mematenkan itu?
Posted by: melvi | July 04, 2007 at 08:55 PM