« Batik moves you by Nebu Sauyun | Main | Posting Blogger »

August 12, 2008

Comments

Dear Mba Angie

Saya Ucapkan terima kasih dengan dedikasi dan kerja keras mba terhadap bangsa ini yang masih terpuruk, semoga kerja keras mba Angie terhadap bangsa ini dengan tulus yang notabene membutuhkan seorang yang figur untuk bangsa yang besar ini,agar Bangsa dan negara menjadi di perhitungkan diantara negara-negara baik dipercaturan Tingkat Asia maupun Dunia ........

Mba Angie Kalau boleh saya ingin menitipkan pesan kepada para Wakil-wakil Rakyat.............yang berada di gedung MPR DPR RI,

Mohon perhatikan kami, rakyat Bangsa ini yang telah lelah menanti kesejahteraan dan perbaikan tingkat kehidupan dalam negara ini menjadi lebih baik yang menjadi bagian dari Republik besar ini.

karena saya begitu banyak melihat kesedihan-kesedihan di media massa baik itu televisi dan media lainnya, adalah satu hal yang memprihatinkan ketika melihat rakyat ini begitu sulit dalam mencukupi kehidupannya sehari-hari, karena sulitnya beban ekonomi yang harus di tanggung serta serba mahalnya kebutuhan pokok sehingga membuat setiap individu di negara ini melakukan segala cara entah itu melanggar hukum atau tidak,yang penting terpenting kehidupannya tercukupi.

Tolonglah ....... tolong lah kami sebagai bagian dari bangsa ini perhatikan kami, perhatikan rakyat ini yang membutuhkan kehidupan yang lebih baik, anggaplah ini adalah sebagai suara hati nurani Rakyat Indonesia yang menginginkan kehidupan yang jauh lebih baik di Tahun yang baru ini.

semoga Ilmu yang didapat dalam seminar tersebut berguna untuk mengangkat bangsa ini dari kesedihan,mengatasi masalah yang multidimensi di negara ini dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan bernegara di Republik yang kita cintai ini yang penuh dengan kekayaaan alamnya.


Hdup..... Indonesia.........ku
Hidup Tumpah Darah..........ku
Hidup Tempat lahir .........ku
Aku cinta Bangsa ...........ku


........I N D O N S I A..........
........Jayalah Bangsa ku........

Yani Syahri;

Dear Mbak Angelina,

Saya Yani Syahril, sedang ambil short course program East West Leader Knowledge Program (EWKP) di Japan America Institutes of Management Science (JAIMS) di Honolulu Hawaii. Pesertanya ada 25 orang dari 12 negara yang berbeda. Salah satu kelasnya adalah Leadership dan Ethics. Kita di beri tugas untuk menginterview minimal 10 orang yang kita anggap leader. Yang nantinya jawaban dari orang tsb kan kita diskusikan di kelas bersama dengan peserta lainnya.

Pertanyannya sudah di siapkan sekitar 15 pertanyaan. Kalau tidak keberatan saya minta bantuan mbak angelina untuk bisa menjawab dari pertanyaan tsb karena saya menganggap mbak angelina ini salah satu leader di indonesia selaku perwakilan rakyat di parlement kita.

Kalau tidak keberatan, pertanyaan akan saya kirimkan via email japri saja.

Terima kasih
Yani Syahril

ibeth

Dear Mba Angie.

Agama adalah sebuah keyakinan ,jangan takut dgn cacian atau makian.semua agama baik,jalankan lah menurut keyakinan Mba...jika menurut mba benar. pelajarilah dgn baik dan jalankanlah jika memang itu kayakinan mu..." Smoga Allah memberi Rahmat dan hidayah Nya..Amin.

elle

suka sirik deh saya kalau liat perempuan hebat seperti mba Angie
terus berkarya untuk bangsa dan negara dan jangan lupa apa yang engkau terima bukan karna kerja kerasmu tapi dari " KASIH KARUNIA TUHAN " yang melimpah dalam hidupmu. GBU

Your Story | Teaching | Recharge Your Soul | Daily Devotional
Amazing True Story by Category

Video Kisah Nyata
Hukuman Mati Antar Sumiarsih ke Surga

- Jawaban.com -
View: 2333 times

Sumiarsih telah pergi untuk selamanya di usia 58 tahun dengan cara dieksekusi mati. Namun beberapa hari menjelang eksekusi di dalam lembaga pemasyarakatan wanita di Malang, Jawa Timur, sosok Sumiarsih masih terlihat sehat dan tegar. Tak nampak kegelisahan seperti yang dialami terpidana mati lainnya. "Semuanya tergantung kepada Tuhan saja. Walaupun Tuhan menghendaki diri saya meninggal dengan cara dieksekusi, saya percaya itu cara Tuhan yang terbaik untuk saya," itulah pengakuan terakhir Sumiarsih kepada reporter SCTV. Berikut di bawah ini adalah kesaksian Sumiarsih kepada Tim "Solusi".

Namaku Sumiarsih. Dahulu aku seorang mucikari yang mengurusi bisnis pelacuran di Gang Doli, Surabaya. Ternyata, mengelola bisnis seperti ini membutuhkan dana yang cukup besar dan untuk mencukupi kebutuhan anak-anak buahku, aku meminjam sejumlah uang pada Letkol Marinir Purwanto. Satu kali, Purwanto datang dan menagih piutangnya. Dengan mengancam-ancam, ia menagih dan aku merasa sangat tertekan dan ketakutan karenanya. Sampai akhirnya, timbul pikiran pendek di kepalaku untuk membunuhnya. Ide ini kemudian aku utarakan kepada suamiku Jai, anakku Sugeng, dan menantuku Adi Saputra . Kami berembuk dan sepakat untuk membunuh Purwanto di rumahnya dimana Adi Saputra dan Sugeng bertindak sebagai algojo menghabisi keluarga Purwanto.

Pada hari yang telah ditentukan, kami berempat datang berkunjung ke rumah kediaman Purwanto. Pintu diketuk dan kami diterima oleh istri Purwanto yang membuka pintu dan mempersilakan kami masuk. Saat istri Purwanto sedang berada di dapur, muncul anak laki-laki Purwanto. Seketika itu, tragedi pembunuhan pun berlangsung. Adi langsung menghantam kepala sang anak dengan martil hingga tewas. Segera setelah sang anak tewas, Sugeng dan Adi beranjak ke dapur dan langsung menghantam kepala istri Purwanto yang sedang membuat minuman. Kini, tinggal menunggu Purwanto pulang. Tak lama Purwanto pun muncul. Kami yang duduk di ruang tamu langsung menyambutnya dan sempat berbicang-bincang sejenak. Seperti yang telah direncanakan, Sugeng dan Adi menghantam kepala Purwanto hingga tewas.

Perbuatan jahat yang kami lakukan rupanya cepat tercium oleh pihak kepolisian. Lima hari setelah pembunuhan, polisi berhasil melacak, meringkus dan kemudian menahan kami di dalam penjara. Setelah menjalani masa-masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati bagi kami sekeluarga. Waktu aku divonis hukuman mati, aku sangat ketakutan. Apalagi setelah menantu dan anakku dieksekusi pada 30 November 1988, aku jarang bisa tidur. Aku merasa sangat sedih, takut dan menyesali perbuatanku. Berulang kali aku coba untuk lari atau bunuh diri, tapi tidak berhasil.

Di lain pihak, aku juga telah mencoba mengajukan grasi. Pada 28 Juni 1995, aku mengajukan grasi kepada Presiden Soeharto dan ditolak. Di situ aku kembali tepekur dan meratapi hari-hari penantian yang terasa kian menyiksa. Aku merasa cemas dan depresi berat. Di saat-saat penantian yang panjang itulah seorang hamba Tuhan menemuiku dan berbicara tentang Tuhan Yesus. Hamba Tuhan itu terus menerus mengatakan bahwa walaupun manusia tidak bisa mengampuniku, tetapi Tuhan mau mengampuni diriku dan menyelamatkan jiwaku. Begitu mendengar senantiasa bahwa Tuhan bisa mengampuni, imanku pun timbul. Sejak itu ada kerinduan yang dalam untuk mengenal Tuhan dan aku pun mulai membaca firman-Nya setiap hari. Melalui pergumulan di dalam hati, aku mengalami pertemuan pribadi dengan Tuhan Yesus dan aku, Sumiarsih, menyesali perbuatan jahat yang pernah aku lakukan.

Yang terutama, aku menyesal dan sangat berdosa kepada keluarga korban. Kedua, aku menyesal dan berdosa kepada anak dan keluargaku yang turut menjadi korban akibat perbuatanku. Khususnya, anakku Sugeng. Sebagai manusia, aku berharap kepada Tuhan, bagaimana pun aku berkeinginan mati bukan di tangan manusia atau diekseskusi tetapi atas kehendak Tuhan sendiri. Aku percaya, apapun yang terjadi, bila eksekusi dilaksanakan, aku juga tidak apa-apa karena aku memang bersalah dan itu mungkin kehendak Tuhan yang terbaik buatku dan karena aku sudah percaya bahwa Tuhan Yesus sudah selamatkanku. Kalaupun aku harus dihukum mati, aku sudah siap karena Tuhan telah menganugerahkan nyawa-Nya dengan cuma-cuma untuk menyelamatkanku dari kematian kekal di neraka nanti.

Pada 3 Februari 2003, permohonan grasi yang saya ajukan kepada Presiden Megawati kembali ditolak dan aku harus tetap menghadapi penantian hukuman mati. Walaupun begitu, aku yakin dan percaya pada kasih Tuhan. Sisa-sisa hidup kita ini hanya untuk Tuhan karena Tuhan sudah menganugerahkan keselamatan bagi kita, anak-anak Tuhan, secara cuma-cuma. Walaupun dosa kita tidak terhitung, tetapi Tuhan Yesus sudah menebus kita semua di atas kayu salib dengan pengorbanan-Nya. (Kisah ini sudah ditayangkan 14 Juli 2008 dalam acara Solusi di SCTV)

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (II Timotius 4:7).

Sumber kesaksian:

Sumiarsih


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Obe

Mba Angie bagaimana caranya saya memperoleh hasil2 seminar mba Angie?

rista wirawan

slm kenal mba,seneng bgt ada perempuan indonesia spt mb...cantik, cerdas dan sukses dalam karier...so kpn rencana menikahnya,semoga sampe ke pelaminan dgn mas adjie ya mba...amien.

NengGel

Mba Angie, happy banget yah bisa jalan2 ke amrik sambil belajar. Apalagi jalannya sama orang2 top. Wah kapan saya bisa dapat kesempatan untuk bisa ke Amrik dan bertukar pikiran dengan orang2 hebat yah? Bagaimana resepnya agar cerdas ya Mba?

kang dede

belajarlah demokrasi walaupun ke negeri paman sam

Nano Apituley

Dear Angie,
How are u ? How's your life? Saya bersyukur untuk apa yang Angie udah capai...dan terus berdoa Angie jadi berkat buat banyak orang dan bagi bangsa ini.
Oya, would you please visit our blog and leave your words to encourage me and friends to serve and touch many souls through our ministry at Makasar. Thank you, JBU!

"Dare to believe for the very best of your life!"

Fany

Mbak angie..saya sedang mengerjakan skripsi mengenai perkembangan budaya penggunaan batik di masyarakat.

Sebagai duta batik..dapatkah saya mendapatkan informasi mengenai perkembangan budaya batik sampai booming batik saat ini?thx

Armand

Salam kenal, semoga sukses selalu dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.

Liana

Mba kemarin saya liat mba Angie dan mas Adjie di Ratu Plaza, minta foto berduanya ya. Pleaseeeeeee

linda

semoga perjalanannya memberikan manfaat ya mbak Angie :)

The comments to this entry are closed.