Comment :
Dear Angie,
kalo dulu saya ga pernah ikut jadi salah satu finalist Putri Indonesia 2002, I would say that you are amazing! Perpaduan beauty and beautifully brain... Unfortunatelly, saya pernah experiencing yang namanya Pemilihan Putri Indonesia
Mungkin ada benarnya.. saya memang tidak mampu untuk diajak "bermain" diajang yang namanya cukup bergenngsi dan membawa nama bangsa pula...tapi kenyataan yang sangat mengejutkan adalah ketika saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu finalisnya tahun 2002 silam, sangat sangat mengecewakan...dimana, para peserta ternyata tidak semuanya dipilih berdasarkan sesuatu yang selalu digembar gemborkan YPI, yakni 3B. Ternyata peserta tidak dipilih atau dikirim dari daerah masing2, namun mostly seleksi jakarta.. dan tidak semua peserta pintar, karena salah satu peserta ada yang saya kenal sebelum karantina berlangsung, dan saya tau banget kalo dia tidak sekolah namun lucunya, memenangkan salah satu juara di acara final..
hmmm sangat mengenaskan...kalo anda minta saya bisa mengenalkan pada anda orangnya seperti apa, dan mmmm menurut saya sih pasti anda akan berpendapat sama seperti saya setelah mengenalnya, even worst. karena selain dengan bangganya dia kalo dia ga sekolah, either behave or beauty pun dia ga punya.terus terang saya malah merasa malu telah ambil bagian di acara ini, karena tentunya orang akan berpikir, yang terpilih saja tidak mencerminkan 3B, bagaimana yang tidak?? Ingat tragedi chauvinisme? PPI 2002? padahal kita sebelum naik panggung tuh dah dikasih tau dulu, apa itu chauvinisme..FYI, salah satu dari kami ada yang bergelar dokter, ada yang kuliah di 3 universitas dan tiga2nya mendapat nilai cumlaude. tapi tak satupun dari mereka yang masuk...so.. definatelly brain ga diitung disini..jadi maaf ange.. walaupun anda tampak pintar, jawaban2 anda menakjubkan, tapi.. mmmm I don't think you are that clever or briliant, but i do think you are "seems" smart whatsoever... coz, that's the image you are trying to make. I remember that, I was sent dari daerah saya dengan sungguh2. in two weeks only, saya harus menyiapkan diri saya sekuat tenaga untuk tidak mempermalukan daerah saya nantinya. Bukan gelar juara yang saya incar... namun mengaharumkan nama daerah dan membuat mereka tidak merasa sia2 mengirim saya yang saya harapkan... namun kenyataan di karantina sangat sangat mengecewakan.. beberapa hari sebelum penjurian, para calon pemenang sudah diberi tau pertanyaannya apa, bahkan kami semua juga kok.sang juara runner up 1 bahkan meminta tolong teman dekat saya waktu karantina untuk membuatkan jawaban in english, karena menurut panitia yang memberi tau dia, itulah yang disukai penonton... penonton akan memandang dia pintar...apakah anda juga angie?mungkin anda akan panas mendengar ini, atau anda akan segera klarifikasi kebenarannya... whateva...saya cuma sudah sangat gerah ngeliat pemilihan puteri indonesia yang penuh dengan kebohongan..kalo tidak jujur sekarang, kapan lagi..?
saya hanya berusaha being honest dan hanya untuk sharing pengalaman yang mungkin ga semua orang mengalami...well, anyway... inilah hidup kali ya..
semua bisa nampak indah.. tapi yang tau keindahan itu sebenarnya ya hanya kita...anyhow.. namanya juga ajang beauty peagent, jadi yaa jangan harap ada brain or behaviour in it.. it's all about entertainmet...!!
Thanks,Regards,dee
m_eelien@yahoo.com
Response :
Posting ini saya rasa harus dipublish karena ini adalah suara hati dari salah satu perempuan terbaik di Indonesia. Terima kasih atas sharingnya dee dan salut atas keberaniaan mengungkapkan isi hati. Saya sendiri bangga dengan dee dan saya pikir dee adalah salah satu perempuan yang cerdas karena mampu mengemukan pendapat, mengkritisi suatu kejadian, mengevaluasi keadaan dan memberikan komentar yang berani. Bagi saya pribadi, kecerdasan tidak bisa dimanupulasi. Kalaupun itu berhasil dimanupulasi (katakan diatas panggung) maka itu akan membawa malapetaka bagi kehidupan pribadinya. Sangat tersiksa apabila dalam kehidupan sehari-harinya harus terbebani dengan 'kecerdasan manipulatif', lama kelamaan akan terungkap dengan sendirinya dan justru akan membuat malu diri sendiri. Kecerdasaan seseorang tidak bisa hanya dinilai pada saat diatas panggung, atau selama dia menjadi Puteri Indonesia, tapi sesungguhnya penilaian kecerdasan itu akan terjadi setelah dia melepas gelar Puteri Indonesianya. Memang harus diakui bahwa ajang Puteri Indonesia adalah 'beauty peagent" (kontes kecantikan) dimana yang terpilih harus memiliki "kecantikan lahiriah" yang unik, namun harus diapresiasi bahwa Yayasan Puteri Indonesia berusaha untuk mencari Puteri yang tidak hanya sekedar cantik tapi juga cerdas dan punya kepribadian yang baik. Ini memang adalah 'perdebatan klasik', dan perdebatan ini juga sempat timbul di Amerika antara aktivis perempuan, pengusaha dibidang entertainment dan pengusaha2 dibidang kecantikan. Jujur saya bangga dengan keberanian dee, saya terima dengan besar hati semua 'kritikan' dan 'rasa ragu' dee dan saya berharap dee menjadi perempuan yang sukses dan bisa mencapai cita2nya. I support you.
Love,
angelina sondakh
Hi Mbak Angie,
Salam kenal. Saya bukan penggemar Mbak Angie ataupun pendukung Mbak Angie, tapi saya pernah ikut the Battle of Wits yang diadain di TVRI dimana yang menjadi host nya pada waktu itu adalah Mbak Angie.
To tell you the truth, pada waktu itu saya dan teman-teman meremehkan Mbak Angie karena Mbak Angie adalah lulusan dari kontes kencantikan en have no brain karena pandangan kami mengenai kontes putri2an adalah tidak ada putri Indonesia, model or artis yang pintar. Pandangan yang sama seperti yang dilontarkan oleh Dee pada blog Mbak Angies ini.
Sampai suatu ketika hati saya tergerak iseng melihat blog Angelina Sondakh, dan saya melihat banyak sekali yang Mbak Angie lakukan, termasuk untuk mengembangkan diri sendiri. Mungkin banyak orang yang menilai bahwa Mbak Angie actually not smart, not having brain, tapi Mbak Angie berusaha untuk menepis itu semua dengan mengembangkan diri, dan even saya melihat Mbak Angie itu aktif dan peduli atas permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Disaat putri putri Indonesia yang lain tutup mata dan hanya fokus dengan aktivitas komersialnya dan tidak mengembangkan diri sendiri walaupun dibilang bodoh, tolol, tetapi Mbak Angie secara nyata melakukan tindakan yang membuktikan bahwa Mbak Angie tidak hanya NATO (No Action Talk Only) dan inilah yang membuat saya kagum terhadap Mbak Angie. Semoga Mbak Angie tetap semangat untuk membantu permalasahan. Maju terus Mbak Angie
Posted by: Josephine | February 12, 2009 at 02:17 PM
wah, sebenernya simple aja kok, yah aku juga bukan orang yang pinter untuk memilih bahasa yang bagus dan sopan,
menurut aku pribadi, kesalahannya bukan dr YPI, tapi angota organisasinya yang bermasalah, ( itu intinya ) buat apa kita meributkan siapa mba angie, mba angie kan emang uda the best, knp harus di hakimi, berpendapat itu yang lebih baik. menurut aku semua uda fair banget, menyesal itu emang gak pernah di awal kejadian,
aku hanya berharap, ajang putri indonesia tetap berjalan sesuai renaca, mohon jangan membandingkan dengan ajang - ajang yang lain, setiap ajang mempunyai fisi yang berbeda dan jelas kita juga tahu itu,
kalaupun yang di katakan " DEE " itu FAKTA, solusinya aku harap YPI lebih tegas untuk volume organisasinya atau di UPDATE,
DIDUNIA ini kita harus tau, bahwa tidak ada yg sempurna, setiap kesempurnaan itu hanya semu, hanya istilah yang ada, tapi kenyataannya sempurna apapun itu pasti ada nilai minesnya,
nah dengan ini, semoga kita bebas memberi gagasan yang sehat, tapi bukan gagasan yang menghakimi.
REGARD ME CLEIO
:)
Posted by: cleio | January 12, 2009 at 09:22 AM
hm...hal ini memang sudah saya rasakan, mungkin ini juga karena "kesensitif-an" seorang perempuan, memang sepertinya PI seperti sudah di-plot dan semua seremonial itu hanyalah formalitas semata, now i know why does Indonesia's representatives never gave the best to Indonesia itself, in the International stage, so humiliate, so pathetic...
Posted by: angel | December 14, 2008 at 11:47 AM
dear mbak angie;
mbak angie yang saya idolakan,saya adalah salah satu pengurus DPC Partai demokrat di kabupaten Tuban.jujur salah satu alasan kuat ketika saya bergabung dengan Demokrat adalah karena saya begitu mengidolakan mbak angie yang menurut saya adalah sosok perempuan indonesia yang patut untuk diteladani dan memberi inspirasi pada orang lain untuk berbuat banyak sebagai perempuan Indonesia.salam buat mas adjie ya....semoga cepet2 married.jangan lupa kalau lewat Tuban mampir di kantor ya mbak.ini no saya 085233617926.kalau boleh tau no HP mbak di kasih tau dong....trims.
Posted by: jukrita sari | December 12, 2008 at 08:49 PM
Hi Anggie...Udah lama banget aku nge fans sama kamu...Aku tau alamat blogs kamu waktu ada acara di tv..Plis Bales ya...Salam buat mas Adjie..Semoga Kalian menjadi pasangan yang Awet2 aja...Namaku Faisal...(Bandar Lampung)
Posted by: Faizal | October 30, 2008 at 12:57 PM
salut atas tanggapan angelina terhadap dee, semoga ini benar-benar dalam hati yang terdalam ya dan rasanya menunjukkan bahwa angelina berkepribadian matang dan orang sabar makin cuantik loh.untuk dee tq info mengenai PPI 2002 rasa-rasanya saya juga pernah dengar berita miring itu, tetapi setidaknya dee adalah wanita pilihan PPI sebagai salah satu yang terbaik senusantara. susah khan nembusnya? bersyukurlah atas rahmat yang diberikan Allah SWT kepada dee.
Posted by: madaniya | October 11, 2008 at 11:45 AM
Angelina Sondakh adalah salah satu publik figur dari sekian banyak wanita2 Indonesia dalam kancah politik dewasa ini yang pantas diacungin jempol ketika harus menghadapi kemelut dari berita2 yang menimpa kehidupan pribadinya dewasa ini...dari jawaban2 anda di blogs2 komentar saya mendapat kesan bahwa anda adalah wanita muda bijaksana yang sudah jauh dan luas pandangannya kedepan mempunyai kepribadian yang tegar dan teguh dalam menentukan kehidupan pribadi anda...maka orang2 dengan karakter dan intelegencia yang smart seperti anda tidak akan terlena oleh apapun itu dalam kehidupan ini...sungguh sangat tidak layak ketika siapapun kita sampai memaki,menghakimi orang yang bukan terdakwa atas nama kasih persaudaraan seiman...baiklah kita intropeksi dan refleksi kedalam lubuk hati kita masing2...sudah sejauh manakah hidup kita selama ini menyenangkan hati Tuhan dan sesama ?
GOD BLESS YOU Angelina Sondakh..
Posted by: Maria Ong Wat Sien | October 02, 2008 at 09:28 AM
Dear mba anggie,,
saya baru pertama kali membuka blog mba,,saya langsung tertarik untuk tanya-tanya tentang mba..
hal utama yang saya ingin tanyakan adalah mengenai puteri indonesia,,saya berniat tahun depan untuk mengikuti ajang pemilihan puteri indonesia. usia saya 22 tahun , saya saat ini sedang kuliah pascasarjana di salah satu PTN terkemuka mengambil bidang manajemen bisnis..saya belum memiliki pengalaman soal ajang-ajang seperti ini,,
menurut mba,,bagaimana peluang saya untuk bisa menjadi finalis puteri indonesia,, tips apa yang sebaiknya saya lakukan?
saya salut dengan sikap yang mba anggie ambil..
terima kasih
Posted by: Reni | September 15, 2008 at 11:19 AM
gw masi penasaran sama 1 hal ni mbak, apakah semua yang dikatakan mbak dee itu benar adanya? ttg sistem pemilihan yg curang itu tentunya, karena yg saya tangkap dari response mbak angie ini masi blum menjawab benar atau tidaknya pernyataan sis dee. smoga jawaban yg akan mbak angie berikan jujur kiranya. thx atas atensinya :)
Posted by: jepri | September 12, 2008 at 06:35 PM
Saya membaca ulasan mba Angie di majalah PRODO dan memang mba Angie sangat cerdas dalam menjawab pertanyaan2, kebetulan saya orang purworedjo dan pastinya saya akan memilih mba Angie untuk jadi wakil saya di DPR. Memang betul, harusnya indonesia melobi negara2 islam lainnya agar supaya perwakilan negara islam tidak perlu pakai bikini. Seksi itu tidak perlu buka bukaan, terbukti di majalah PRODO mba Angie tampil dengan baju tertutup dan justru semakin seksi. jujur buat saya sebagai laki2 makin penasaran.... luarnya saja sudah demikian cantik apalagi dalamnya....
Posted by: Kristiadi | September 11, 2008 at 08:19 AM
Kalau mba peduli dengan Puteri Indonesia tolong dibenahi pemilihan Puteri Indonesia, kami juga sedih kalau Puteri Indonesia hanya diperalat oleh Yayasan, ayo dong Perempuan Indonesia juga bangkit, berani seperti mba Angie...
Posted by: Virgo | September 03, 2008 at 09:27 AM
Yah sebenernya kita juga tau mana yg layak dan mana yg tidak layak untuk menjadi Puteri Indonesia. Tapi kalo yg gak layak yg menang berarti emang dia yg jadi kesukaan juri..
Posted by: honeyweedy | August 31, 2008 at 11:22 AM
dear mbak angie, nama saya niken, ingin ikut nimbrung soal puteri2an ini, tapi bolehkah saya benar-benar berbincang2dengan mbak angie langsung, sebab saya sedang membuat skripsi yang berjudul "kuasa perempuan dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia", dalam hal ini saya memilih mbak Angie untuk dikontak karena saya merasa mbak angie adalah sosok yang kompeten untuk diwawancarai dalam hal ini, saya tahu mba angie sangat sibuk dengan seluruh kegiatan mbak Angie, namun saya mohon mbak Angie berkenan akan permintaan saya ini, jikalau mbak Angie bersedia saya mohon email balasan dari mbak Angie ke alamat email saya, kesediaan mbak Angie sangat saya harapkan, terimakasih banyak, niken
Posted by: niken | August 30, 2008 at 05:26 PM
saya tahu adalah cukup wise kalau kita dpt menempatkan tiap masalah pada porsinya masing2,angie..,i know you are a smart woman ,apa yg kau prioritaskan dalam hidupmu akan menunjukan apa yg paling berarti dlm hdpmu,i pray you'll find the best life,hdp bkn hanya untuk saat dan hal yg tampak dan terasa,jejak yg kita timggalkan akan membawa kaki kita pd satu jalan yg mgkn akan kita syukuri atau kita sesali,kadang kita tak perlu menjadi sakit untuk tahu rasanya sakit,menjadi peka,waktu,adalah penguji yg ampuh,berikan lbh banyak waktu sebelum buat keputusan,karena kadang hanya itu yg dibutuhkan utk dpt hasil yg terbaik,ada beda antara mengulur waktu dan memerlukan waktu,hidup juga memiliki porsi,porsi yg dapat kita lakukan adalah posisi yg didalamnya kita diberi kemampuan utk bertindak dan diberi gambaran utk hasilnya,tapi ada porsi yg dpt kita lakukan tanpa tahu hasilnya,thdp porsi ini,apa yg kita lakukan akan menentukan apa yg kita dpt,i really pray you make a right dicision,not only for this time but more
Posted by: joshua | August 29, 2008 at 10:16 AM
Ini hal yang tragis apabila suatu pemilihan itu diatur2 pemenangnya, tapi bagi mereka yang tidak menang tidak usah berkecil hati karena pasti kalian punya kualitas tersendiri. Banyak juga None Jakarta yang hilang ditelan bumi dan juga banyak Puteri Indonesia yang tidak muncul setelah menjadi Puteri Indonesia. Saya hanya mengakui Angelina Sondakh dan Artika sari devi sebagai Puteri Indonesia, yang lain TIDAK.
Mba Angie, saya juga mau tanya, kenapa sekarang terlalu banyak pemilihan putri2an, apakah ini tidak mengeksploitir perempuan indonesia?
Posted by: Heaven | August 24, 2008 at 09:48 AM
Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang setimpal, selalu ada alasan dibalik setiap kejadian ...
Banyak wanita yang "real" cantik luar dalam dan nggak pernah ikut kontes2 an.
Posted by: seezqo | August 23, 2008 at 06:37 PM
Hi, Mbak Angie..I'm one your admirers. Cuma mau ikut berdiskusi sedikit niy..
Well, a beauty pageant is a beauty pageant. Nothing more, nothing less. That's all there is. Saya pernah punya pengalaman yang kurang lebih serupa. Awalnya saya termotivasi utk mengikuti Pemilihan Abang & None Jakarta spy bisa ikut berkontribusi dlm komunitas yg cakupannya lbh luas. Namun, akhirnya bisa ditebak. Finalis "titipan"-lah yg menang, pdhal saat itu menurut saya dan teman2 sesama finalis yang lain, msh ada mereka yg jauh lbh qualified, terutama utk faktor brain dan behavior. Ada rasa kecewa juga. Walau begitu, saya secara pribadi berprinsip bahwa utk berkarya dan melakukan kontribusi yang bermakna bagi bangsa ini bisa dilakukan di mana saja sesuai dengan profesi masing2 dan tidak harus dengan menjadi None Jakarta, Putri Indonesia, dll. Walau bukan pemenang utama, saya tetap bisa melakukan kegiatan-kegiatan untuk wilayah saya, misalnya dengan membantu distribusi produk UKM, menyumbang buku-buku utk taman bacaan, mempromosikan objek pariwisata, dll. Even small things matter, if you do it right and you add it with the utmost sincerity. Cheers!
Posted by: Olly | August 23, 2008 at 08:29 AM
Sadarlah wahai perempuan bahwa kontes kecantikan memang harus menjual body dan face. Kalau yang cerdas cari aja juara fisika hehehe
Posted by: Koko | August 23, 2008 at 08:25 AM
Mbak Dee, koq ceritanya sama seperti pemilihan Abang-None JKT? Jd finalis & sempat mengurus kepanitian utk junior** selanjutnya, membuka mata saya bhw 3B itu sungguh isapan jempol. Penonton TV melihat kami hebat di panggung dgn beragam bahasa asing, pdhl "introduction" tsb dihapalkan peserta. Bahkan dari thn ke thn bisa dikatakan 90% Abang-None gagap berbahasa Inggris. Termasuk sang juara yg beraksen sok bule pdhl harian diajak diskusi ringan, lgsg kelihatan belangnya. Semua "sandiwara" itu sdh didisain sblm pentas, termasuk bakal juara! Anggap sajalah saya sirik karena tdk menjadi pemenang utama. Namun himbauan saya dgn cara spt ini, bukankah tidak heran kita tdk pernah menang pemilihan Putri-putrian kelas dunia ? Only a clown pageant.
Posted by: ex None | August 22, 2008 at 10:45 PM
sebenernya aku cuma pengen tanya....
apa si tujuan hidup seorang wanita menurut mba anggie?
umurku masiy 22 tahun tapi aku bingung terhadap tujuan hidupku?!!
tujuan hidupku sebagai seorang wanita tentunya.....
untuk seorang wanita seperti mba anggie mungkin pertanyaan yang mudah sekali dijawab!!
aku sama seperti dee...menganggap kontes putri indonesia sama kaya kontes boneka barbie...yang penting cantik...
walopun aku jujur salud setengah mati sama mba anggie sama artika...
tapi yang lainnya menurut aku kosong gag ada isinya....
aku dari keluarga dan lingkungan yang sangat baik tapi aku merasa kosong mba..aku ngerasa semua cita - citaku jauh banget untuk digapai....
aku merasa tersisih dari ramainya duniaku walopun aku punya temen yang banyak...
pernah gag mba anggie ngrasa hal yang seperti itu....
aku sampai di titik jenuh kehidupanku...aku bingung mau ngapain...tapi aku sadar aku gag boleh give uppp...tapi aku bingung sama tujuan hidupku sendri...
kontes2 kecantikan sebenernya hanya menjual mimpi2 dan hanya memberikan gambaran palsu tentang definisi sempurna seorang perempuan kan mba?
aku pengen bisa lebih menghargai kontes - kontes itu dan menghargai hidupku tapi aku bener - bener mandek....capek mba.
Posted by: ringga masita | August 21, 2008 at 01:16 PM
bagi semua blogger yang berusaha mengomentari kehidupan pribadi mba Angie. Lebih baik kita mengomentari sesuatu yang lebih substansial daripada memusingkan agama orang. Bagi saya itu adalah hak orang untuk memilih agama yang dijalankannya. untuk mba Angie kalau bisa tidak usah di publish lah komentar2 yang berbau 'agama'
Posted by: Obe | August 21, 2008 at 08:43 AM
Dear Angie,
I am one of your big fans... You are such an adorable person. This morning I heard that you have converted to "another religion" wow... it's too bad. I was sad and so sorry to hear that. Any way, that's your right, isn't it? Hopefully if you have converted already...please don't talk bad about Christianity or Jesus in the future, like some other celebrities who have converted previously for the sake of their low "hall of fame"(who says: I am enlighten in my new faith.. my previous religion gives me nothing) (what !?!?!?!?) as long as I know Christianity and the philosophy of Love which is taught by Jesus is so deep (even deeper than the sea)and when we put this faith into action and endless model of Christianity life, it is such an amazing journey of Mystery and Grandeur. No wonder if your fellow celebrities said that they found enlighten in their "new religion" because they don't know who Jesus and Christianity are all about. Angie congratulations on your new religion... anyway if your converted is all about your flustered don't worry we'll find THE ANSWER in the end of our life given by THE ONE and only(you know Who He is)... God Blessed you with His abundant grace! peace.
Posted by: matthew | August 21, 2008 at 08:08 AM
Dear, Mba Angie, mudah-mudahan apa yang dikabarkan di dalam koran/tabloid hanyalah isapan jempol, ingat mba menjadi orang yang terkenal sampai sekarang ini karena Tuhan Yesus, bukan karena kemampuan mba sendiri. pikirkanlah matang-matang sebelum ambil keputusan.
Posted by: rima | August 21, 2008 at 07:49 AM
Dear Angie,
Saya jg ikut sedih mendengar di infotainment, bahwa kemungkinan Angie akan pindah agama. pagi2 ini dini hari ga tau kenapa di saat teduh, terlintas nama Angie, dan tiba2 air mata menetes di pipi, sy jg ga tau kenapa(pdhal sy ga kenal Angie secara pribadi), tp tadi seperti terlintas wajah YESUS yg berduka krn sedang di beritakan bahwa ada 1 lg anakNYA yg bakal hilang.dan ga tau kenapa sy jd langsung ingin mencari blog Angie, krn sy pikir pasti ada (kebetulan sy jg sedang akses www.glorianet.org/rh) jd sy langsung dpt site Angie ini dr google. Sy sangat mendukung komen dari Mba Tetty | August 20, 2008 at 04:06 PM. Saya berdoa buat Angie spy tetap teguh pd iman yg sudah melekat dalam jiwa Angie.Jangan mendukakan DIA pls, biar kita sbg anakNYA saling mengingatkan satu sama lain nya, KRN DIA telah berkorban demi kita org2 yg berdosa. Bila ada 1 jiwa bertobat/dimenangkan maka seluruh malaikat sorga akan bersorak sorai! tapi kalo yg terjadi sebaliknya,bukankah seluruh sorga akan berduka? Ingat loh, kita ini(anak2NYA) sangat berharga bagi DIA.Kita di jadikan biji mata DIA, yg selalu terlindungi & terpelihara.pls Angie..sy berharap semoga belum terlambat.Teruslah maju dan berkarya di dalam TUHAN YESUS!HE is already in you and bless you always.pls keep that in mind and your heart.ya know?Dengan keberadaan Angie sekarang, you can Transform the Communities you are in, Influence the cities,Impact the Nations.
Posted by: Anna Manuhutu | August 21, 2008 at 06:53 AM
Puteri Indonesia harus terus diselenggarakan sebagai penyegar mata kaum adam....sorry yah kaum hawa, kalian memang tercipta untuk kami....makin cantik makin ok. kalau cantik saja tapi maaf tidak cerdas, itu maunya lelaki biar tidak macam2 dan tidak nuntut macam2.kalau perempuan terlalu cerdas suka ngelunjak, bikin pusing
Posted by: John | August 20, 2008 at 10:13 PM