Happy Valentine …..
Untuk sahabatku, Om Roy Marten
Hari ini tanggal 14 Februari 2006 adalah hari dimana hampir semua orang merayakan Hari Kasih Sayang. Hari yang sangat special dan merupakan hari yang tepat untuk mengungkapkan kasih sayang kita kepada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Dulu, waktu duduk di bangku SMP saya ingat bahwa hari-hari menjelang Valentine merupakan hari-hari yang sibuk untuk mencari bahan-bahan seperti kertas wangi berwarna merah muda dan edelweiss untuk membuat kartu valentine karya sendiri. Walaupun akhirnya kartu tersebut hanya menjadi koleksi saya pribadi (karena waktu itu saya belum mempunyai seseorang yang pantas saya berikan kartu) namun masa-masa itu merupakan memori yang sangat indah dan tak terlupakan. Saya ingat waktu itu, saya dan teman baik saya Lydia Tompodung (Hi Lyd, how is marriage life?), hunting bahan-bahan yang unik di toko alat tulis terkenal di manado “Parker” dan disana kita bertemu dengan teman-teman sekelas kita yang juga membeli bahan yang sama karena hanya toko itu yang menjual bahan-bahan yang unik. Masa-masa itu memang tidak terlupakan.
Tahun ini memang sedikit berbeda, baik dari perayaannya maupun makna Hari Kasih Sayang itu sendiri. Jujur, saya belajar sesuatu yang luar biasa di Hari Kasih Sayang ini : Sahabat Sejati adalah mereka yang tidak akan menjauh disaat sahabat mereka mengalami masalah atau cobaan.

Om Roy Marten, begitu saya memanggilnya adalah salah satu orang yang mencoba meyakinkan saya untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Ketika sekarang Om Roy menghadapi masalah dan cobaan, maka kami dari Partai Demokrat dan Fraksi Partai Demokrat sangat prihatin dan mendoakan agar Om Roy bisa tegar menghadapi semua ini. Kami (Sutan Bhatoegana, Max Supacoa, Boy Saul, Adji Massaid, Hj. Qomar dan saya sendiri) pun menjenguk Om Roy untuk merayakan Valentine bersama Om Roy. Setiba kami di Polda Metro Jaya, kami pun langsung diajak ketempat dimana kami bisa bertemu Om Roy.
Saya melihat Om Roy yang berbeda dengan yang saya kenal hampir 2 (dua) tahun yang lalu. Masa-masa dimana Om Roy membantu kampanye Partai Demokrat, adalah masa-masa dimana saya melihat “karismatik” dan “kegagahan” Om Roy yang memang sudah digandrungi oleh banyak penggemarnya. Namun semua itu hilang hari ini. Memang kondisi fisik Om Roy tidak fit dan tentunya ditambah dengan tekanan batin yang luar biasa menyebabkan Om Roy terlihat sangat lesu. Ada rasa sedih dan duka mendalam disana. Saya pun tak kuasa menahan haru dan lidah inipun rasanya kelu tak sanggup berkata-kata lagi. Sungguh tidak dapat disembunyikan “penyesalan” itu walaupun Om Roy berusaha untuk ceria.
Om Roy sempat menasehati saya dan teman-teman untuk tidak terjerumus dalam masalah yang seperti dia alami. Kebesaran jiwa Om Roy untuk mengakui perbuatannya dan menyatakan menyesal, membuat kami semua kagum akan sikap Om Roy. Dia mengatakan inilah saatnya bagi dia untuk “sadar” dan mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi mereka yang sedang terlibat drugs ataupun yang baru mau coba-coba. “Lebih baik jangan coba” kata Om Roy.
Kurang lebih satu jam kami bercakap-cakap, dukungan dan dorongan untuk tetap tegar terus bergulir dari kami. Kami juga mengatakan bahwa mudah-mudahan di Hari Valentine ini, Kasih Sayang yang Universal sifatnya bisa dirasakan Om Roy dan bisa menjadi kekuatan bagi Om Roy untuk menghadapi semua cobaan ini. Apapun masalah yang Om Roy hadapi, sebagai sahabat tentunya kami senantiasa mendoakan agar hikmah dibalik kejadian ini bisa dipetik tidak hanya bagi orang-orang terdekat Om Roy tapi juga masyarakat, bahwa drugs itu adalah kenikmatan sesaat yang bisa membahayakan masa depan.
Dan yang lebih hebat lagi, ketika Mba Anna Maria (istri Om Roy) senantiasa memberikan support kepada suaminya pada saat-saat seperti sekarang ini. Mba Anna terus mendampingi dalam ketegaran dan mendoakan dalam kesabaran. Dalam saat tersulit dan terberat, ternyata ada cinta sejati dan kasih sayang yang abadi dari seorang istri yang begitu mencintai Om Roy.
Dan inilah yang saya dapat di Valentine 2006.
Kasih Sayang itu bersifat Universal. Kasih Sayang itu abadi. Kasih Sayang itu teruji ketika kita mampu untuk selamanya menyayangi walaupun kondisi terburuk menimpa orang yang kita sayangi. Kasih sayang itu terbukti ketika semua atribut (gelar, status dan kekayaan) dari sahabat kita “lepas” dan kita masih dan tidak malu ikut bersama dia.
Dan seorang sahabat sejati adalah mereka yang memiliki Kasih Sayang kepada temannya. Apapun yang terjadi, seburuk apapun kondisinya dengan terus memberikan dukungan agar sahabatnya lebih baik daripada hari ini.
Inilah makna “Valentine 2006”. Kasih sayang kepada semua orang.
Selamat Hari Kasih Sayang ….
Happy Valentine ….
Semoga Kasih Sayang menjadi perekat antara kita semua. Semoga Kasih Sayang bisa menjembatani perbedaan dan menciptakan harmonisasi diantara kita semua. Semoga Kasih Sayang juga mengantar kita pada keinginan untuk melihat satu dunia yang bisa hidup bersama dengan damai.
For the drugs users,


Happy Valentine … the future is yours to make, stand up and be firm that you have to make your future better. Puisi Om Roy, saya rasa bisa menjadi kekuatan dan harapan …. dan merupakan kado yang special.valentine
For my parents and my family

Happy Valentine, I love you Dad, Mom, Frank, Nova, Bianca, Tasya and Pendekar ….
Every family has their own cross. So let face the problems together. The family that binds together stays forever (this is Dad’s words)
For all the bloggers,
Happy Valentine and may this Valentine be special for you and let’s shower this world with Love….. and Peace ….
And for someone special Mas Adji Massaid
Who brings me the “different” angles of how to see this life …. Who teaches me to be a “woman” that have the strength to “fight” for my future and who makes me believe that LOVE is UNIVERSAL …..
Mas Adji Massaid …..
(also for Zahwa and Aaliyah, who motivate and inspire me to “fight” for the future of all the children in Indonesia (THEY CAN’T LOSE THEIR FUTURE and with OUR LOVE and CARE, all of us can make their future bright).
Let’s make this world a better place to live and to share …
Happy Valentine 2006
Love,
Angelina Sondakh