« Indahnya Pelabuhan Ratu | Main | Dieng Yang Terlupakan »

April 20, 2006

Comments

ALAM

waa.. salut.. ada yang nulis BLOG borobudur yang lumayan detail. lengkap dengan foto cerita relief..
thats life..
sedihnya borobudur telah keluar dari 7th wonders of the world. kenapa ya.. apa perjuangan kita hanya demikian saja.. konon pemilihan 7 wonders of the world katanya melalui pooling. semacam kontes idol. apa ngga berdasar cerita dari keajaiban abadi itu.. atau karena kita jarang iklan borobudur di media international. dan mungkin melalui kampanye macam BLOG ini bisa mengembalikan sejarah borobudur di mata internasional.. well done for u

sudahkan berkunjung ke amanjiwo borobudur??

salam
alam-tabalong kalimantan selatan

bowo

Wah nikmatin banget ya mba lina..borobudur memang menakjubkan.
..blogwalking.... :-)

lukman fauzi

met pagi mbak!
saya lukman budur.
saya mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan bantuam mbak terhadap perkembangan kesenian rakyat di Borobudur.selama ini kami berkerjasama dg PT.TWCB dalam pembinaan kesenian rakyat di BOROBUDUR.Namun sekarang malah pemda tk II yang kurang memeperhatikan kesenian rakyat dan sanggar seni di Borobudur.Mereka tidak membantu penataan pariwisata di Borobudur malah membuat pembangunan di daerah lain.padahal di Borobudur penataannya masih belum rapi.Kami butuh bantuan mbak untuk dapat mengingatkan mereka agar lebih memprioritaskan Borobudur sebagai lokomotif pariwisata untuk Magelang,baru menggandeng obyek-obyek/gerbong-gerbong yang lain.
terimakasih
saya berharap banyak dari mbak anggi.anda adalah putri pramudyawardhani bagi kami
salam hormat
Lukman Budur

padmasari putri

Shaloom mbak Angie..Terus terang mbak adalah salah satu inspirasiku untuk berbuat lebih banyak hal hal yg berguna buat orang banyak.Tp terlepas dr semua itu aku ingin menyenangkan hati Tuhan dulu,mbak Angie juga kan?Sukses terus untuk mbak Angie yg cantik,smart dan berkepribadian.Tuhan Yesus memberkati..

agus

Kampung saya berada di kaki Gunung Merapi. Ketika mendengar kabar akan
meletusnya Gunung Merapi, agak cemas juga hati ini sebab saya masih
ingat kejadian kira-kira sepuluh tahun yang lalu ketika Gunung Merapi
“batuk” dan memuntahkan lahar panasnya. Waktu itu saya masih duduk di
bangku kelas dua SMP. Saat Gunung Merapi meletus, suasanya siang berubah
menjadi gelap gulita untuk beberapa jam lamanya, benar-benar gelap
seperti malam saja.

Selain itu, hujan abu dan dentuman letusan begitu keras terdengar. Guru
yang sedang mengajar panik waktu itu, sementara saya dan beberapa teman
juga merasakan hal yang sama. Kemudian, kami keluar kelas dan buru-buru
pulang ke rumah. Tak banyak angkot yang bisa ditumpangi sebab
kebanyakan penuh dengan orang-orang yang hendak pulang ke rumahnya
masing-masing. Ketika saya berhasil mendapatkan angkot untuk tumpangan,
perjalanan begitu lambat karena lampu mobil hanya bisa menembus jarak
beberapa meter saja. Maklum, hujan abu tebal menghalangi penglihatan
sang sopir.
Tapi alhamdulillah, keluarga dan orang-orang di daerah saya tidak
mendapat kerugian besar pasca letusan itu. Tidak sampai menghancurkan
kampung saya. Justru setelahnya banyak mendatangkan manfaat. Material pasir
mengalir deras disepanjang sungai Pabelan sehingga menjadi rizki
tersendiri bagi penduduk. Mereka terjun ke sungai, mencari pasir yang
melimpah.

Dengan berbekalkan sekop dan tenaga, mereka menaikkan pasir ke daratan.
Sementara di atas telah menunggu truk-truk yang akan memasarkan pasir
itu. Dengan melakukan pekerjaan mencari pasir itu, mereka mendapatkan
penghasilan yang lumayan banyak, kira-kira Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu
dalam sehari. Subhanallah, itulah cara Allah memberikan rizki kepada
hambanya. Belum lagi, dengan meletusnya Gunung Merapi itu, abu yang
keluar bisa menyuburkan tanah penduduk. Dengan begitu, tanaman menghijau dan
hasil panen melimpah dan hasilnya bisa dinikmati penduduk, selebihnya
bisa dijual ke pasar.
Begitulah pengalaman kira-kira sepuluh tahun yang lalu...

Kini, kita bisa mendengar kabar dari berbagai media tentang peringatan
akan meletusnya Gunung Merapi. Lantas, apa yang bisa kita lakukan...?

Yang pasti, walaupun dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
kita bisa memprediksi bahaya Gunung Merapi, tapi ketetapan kapan akan
meletusnya hanya Allah yang punya kuasa. Kita terlalu lemah untuk
mengetahui rahasia alam sekitar ini. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah
mempersiapkan segala bekal sebelum bencana tiba. Jadi, kalau nanti Gunung
Merapi benar-benar meletus, kita telah siap untuk mengatasinya.

Bagi yang jauh dari Gunung Merapi, mungkin tidak terlalu khawatir akan
bahaya yang mengancam. Tapi, ingat bahwa kematian itu kapan pun bisa
menjemput, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk bersantai-santai dan
tidak mempersiapkan amal baik untuk kehidupan kelak.

Perkembangan terakhir, banyak warga yang sudah diungsikan. Jadi, kalau
sekiranya ada di antara kita yang mempunyai kelebihan harta, ada ladang
amal yang bisa kita kerjakan dengan memberikan bantuan bagi para
penduduk di pengungsian, apapun bentuknya. Makanan, obat-obatan, pakaian
pantas pakai dan sebagainya.

Bagi para ilmuwan, fenomena ini menjadi bahan pemikiran untuk merancang
teknologi yang bisa sedikit meringankan beban penduduk di sekitar
lokasi Gunung Merapi, misalnya merancang rumah-rumah berbasis teknologi yang
bisa memberikan rasa aman bagi penduduk di sana dari ancaman lahar
panas dan bebatuan yang tersembul dari pucuk Gunung. Usaha ini diperlukan
karena penduduk di sana sudah menyatu dengan alam, kampung halamannya,
terasa berat jika harus mengungsi. Inilah tantangan para ilmuwan kita.

Sementara, bagi penduduk di sekitar lokasi Gunung Merapi, jika benar
nantinya akan meletus. Tiada yang bisa kita lakukan selain memohon kepada
Allah semoga tidak banyak kerugian yang bisa kita rasakan, tapi justru
hikmah dan kemanfaatan yang nantinya bisa kita peroleh. Untuk itulah,
kita perlu mengingat kembali apa yang telah difirmankan oleh Allah.

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa
ilaihi raaji`uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna
dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk” (QS Al-Baqarah 155-157)

Semoga, kita semua menjadi orang yang senantiasa berbaik sangka kepada
Allah. Bukan orang-orang yang senantiasa mengeluh dan selalu merasa
kurang atas kenikmatan yang telah kita rasakan sampai detik ini.

Monica

shalom kak angie....
aku salut bgt sm kakak yg sgt perhatian bgt sm mslh orang utan coz aku jg sayang bgt lho ma orang utan....
Tuhan memberkati kak angelina dan kel

zoel

wah borobudur yah!, sekarang boro budur gak tertata rapi kayak dulu banyak semerawutnya ..mulai parking sampe penjual kaki 5 ..semua gak teratur.....:-( aset budaya yang bakal keluar dari 7 keajaiban dunia amat sangat menyedihkan

dianaerlita

syalom angie!
kalau angie bisa berkomentar tentang borobudur, kenapa tidak mulai dengan Bunaken dan Bukit kasih ( yang om youke perjuangkan untuk sulut )? Manado dan Kanonang adalah tempat yang erat melekat dengan kehidupan angie.kenapa angie tidak angkat dalam blogs nya angie?
cobalah bantu Sulut dengan memperkenalkan objek wisatanya ke publik. oke?
God Bless You

kebo hideung

Kok aku baru tahu bahwa Ange salah satu anggota Parlemen RI, aku tahu baru tadi malem waktu siaran Langsung Republik BBM di Indosiar. Hemmm...aku suka Kartini satu ini.

Sukses yah Non...

kebo
Tasikmalaya

Yanto

republik BBM Indosiar 25 April 2006

Secara kodrati perempuan tidak bisa disetarakan dengan pria karena memang sudah kodratnya, apabila perempuan jadi setara dengan pria maka yang terjadi adalah seperti gaya hidup budaya barat yang serba bebas termasuk sex yang juga bebas, yang akhirnya seperti tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, bahkan perbedaan fisik pun seperti akan diacuhkan sehingga antara pria dan wanita membuka aurat bersamaan pada satu tempat pun akan menjadi sesuatu yang biasa.
seperti itukah yang diperjuangkan wanita Indonesia ?? "KEBEBASAN DAN KEMENANGAN"

vera

sy suka coz kamu smart, beautiful (indonesia bgt lho) and u are u (kyk iklan kan non).Smg kapan pun en dimanapun kamu tetap spt ini ya keukeuh atas personal prinsipmu,smg lelaki pilihanmu itu tau that u are u.Ok..

sahrudin

eh, itu borobudur deket rumah orangtuaku tuh!

Hajar Pamundi

Saya hanya mau sedikit usul, untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Borobudur..saat ini saya menilai kawasan Borobudur sudah cukup baik untuk wisata sejarah. Namun tidak ada salahnya jika instansi yang berwenang melakukan perluasan wisata borobudur. Dalam artian bahwa taman di sekitar candi dapat diperluas lagi untuk wisata alternatif. Semisal kebun binantang ( saat ini yang saya tahu hanya ada beberapa gajah yang bisa disewa), pusat budaya Jawa, atau juga mungkin dengan menambah agenda2 event berkelas nasional (seperti konser musik bbrp saat yg lalu)..

aan p. kindangen

Hi, mbak Angie

Moga2 komen saya yang dimuat pertama yach he he...
Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Kartini yach ! Hari ini tgl 21 April ini Ratu Elizabeth II juga sedang tiup lilin lho he he...Beliau ultah yang ke 80 sedangkan saya yang ke 30 he he...PT Djarum Kudus juga sedang ultah lho.
Soir saya nggak komen soal Candi Borobudur soalnya saya udah pernah ke sana he he...
Di tabloid Wanita Indonesia hari ini covernya mbak Angie yach !
Eh mbak Angie saya mau tanya mbak Angie itu lahirnya yang benar thn 1976 atau 1977 ? Di media kok sering ditulis 1977 padahal yang saya tahu 1976 mana yang benar ?
Itu aja dulu. Tengs yach.

Aan P. Kindangen

Samanera Dhammasiri

Selain tidak ada kesetaraan kemegahan antara nama Borobudur dan kesejahteraan rakyat, juga tidak ada pengelolaan yang baik. Lebih dari semua itu, pengunjung juga tidak begitu hormat dengan Borobudur yang sebenarnya merupakan tempat ibadah. Lihat saja, kadang orang kencing sembarangan, buang sampah di sana-sini. Ketika dosen saya mengunjungi Borobudur pada Bulan April tahun lalu beliau sangat kaget melihat sikap masyarakat yang kurang respect dan tidak mematuhi peraturan yang telah tertera. Kenyataan semacam ini agak berbeda dengan di Sri Lanka. Di Sri Lanka, kalau kita memasuki tempat yang dianggap suci, kita harus lepas sandal dan juga harus buang sampah pada tempatnya.

usep suhud

hi, it's nice story you wrote. i'm impressed. borobudur won't be boring anyone i guess. so adorable, isn't it?

i found that you link 'tiara lestari'. is she your friend? why don't you write about her? maybe your opinion about her now, whatever.

and i found also your another blog. is that really yours? i mean, angelinasondakh.blogspot.com.
but so empty.

thank, angie. good luck.

Indrasari

'Roh' atau 'opo-opo'? :-P

Dan omong2, gimana kesanmu dengan adanya RUU APP, bu?

Thanks, GBU. :-)

Anton Ferdiansyah

Kalau comment di-moderated, yang terjadi adalah akan sepi comment, karena comment yang masuk (jika masih ada) akan nyangkut menunggu di-approved atau di-reject.
Angie, kalau kamu tertarik kepada Borobudur, apakah kamu tertarik juga dengan masalah antropologi ?
Misalnya apakah kamu pernah tertarik atau memiliki rasa keingin-tahuan yang besar bahwa Sidharta Gautama itu berkulit hitam dan berambut keriting karena ia berasal dari ras negroid alias sama dengan Saudara-saudara kita dari Papua ?
Apakah kamu tertarik dan memiliki rasa ingin tahu bahwa di-ribuan tahun yang lalu, penduduk yang mendiami kepulauan Indonesia adalah ras negroid sebelum orang-orang luar dari ras mongoloid datang khususnya di-Indonesia Bagian Barat untuk mengusir sebagian ras negroid ke-timur dan sebagian lagi terjadi perkawinan silang antar kedua ras ?
Ras negroid murni masih dapat di-jumpai di-Papua, sebagian Maluku dan sebagian Timor. Penduduk Maluku memiliki kadar negroid dengan intensitas yang berbeda-beda, dengan semakin keselatan semakin banyak kadar negroidnya. Di-daerah lainnya seperti Sulawesi Bagian Selatan memiliki kadar negroid yang lebih rendah lagi dibandingkan orang Ambon. Jadi bisa dikira-kira, kalau orang Papua itu orang Asli, orang Ambon adalah hasil percampuran antara Papua dengan Melayu dan Orang Makasar adalah hasil percampuran antara orang Ambon dan orang Melayu. Orang dari daerah lain, termasuk orang Jawa, yang banyak juga berkulit gelap, mungkin memiliki kadar negroid tertentu.
Semuanya harus didukung dengan studi antropologi mengenai asal-usul orang Indonesia termasuk studi mengenai DNA dan Y-chromosom orang-orang Indonesia.
Mengapa studi itu perlu ? Perlu karena untuk membuktikan bahwa kita semua orang Indonesia, termasuk orang Papua, bersaudara sehingga dapat hidup dalam satu negara yang sama.
Semoga Angie memiliki ketertarikan yang lebih besar terhadap orangindonesia dibanding terhadap orangutan.

Regards,
Anton.
PS ; I hope you are smart enough to get my point !

dianmaniez

Duh wajahnya jadi merah...kepanasan ya mba...tpi masih tetep cantiq koq.
Iya mba itu lah fenomena nyata yg terjadi ditempat kita, dimana seharusnya tempat wisata dapat membantu mensejahterakan warga sekitar, tapi yg terjadi malah sebaliknya.Dimana letak salahnya saya jg ga ngerti. Padahal kalau soal menambah ekonomi sih, saya perhatikan warga sekitar jg sdh aktif berjualan, malah harga2nya kadang2 cenderung lebih mahal ketimbang harga yg seharusnya.Apa mungkin krn jumlah pengunjung yang tdk stabil (hanya ramai disaat liburan saja ya)?.Hm....ya yg benar seperti kata mba angie, mesti ada yg dibenahi, supaya jadi lebih baik.
Oya mba,saran nih dikit, sekali2 mba angie nulis donk ttg tips2 kecantikannya, jg yg serius2 mulu.Itung2 bagi2 ilmu lah buat kita2 yg cewek2 nih...

Ok ciao dulu...moga mba angie tetap menjadi inspirasi buat kita semua

saya

ya ampuuuuunn.. ke borobudur pake baju panjang item2 lagi, apa gak kepanasan tuuh...??????? Kok Om Adjie gak pernah diceritain lagi nih.. lagi berantem yaah..

The comments to this entry are closed.